INDOPOSCO.ID – Agensi hiburan ADOR untuk pertama kalinya mengungkap alasan di balik keputusannya hanya menggugat Danielle, salah satu mantan anggota NewJeans, meski sebelumnya seluruh anggota grup tersebut sama-sama berupaya mengakhiri kontrak eksklusif mereka dengan perusahaan.
Penjelasan tersebut disampaikan dalam sidang ketiga gugatan perdata yang digelar pada 2 Juli waktu Korea Selatan (KST) di Divisi Perdata ke-31 Pengadilan Distrik Pusat Seoul. ADOR mengajukan gugatan ganti rugi sebesar ₩31 miliar atau sekitar USD19,9 juta terhadap Danielle, ibunya, dan mantan CEO ADOR, Min Hee Jin.
Dalam persidangan, tim kuasa hukum ADOR menyerahkan sebuah dokumen yang disebut sebagai bukti utama, yakni perjanjian eksklusif antara para anggota NewJeans dengan perusahaan bernama AAO.
Menurut ADOR, pada 25 September tahun lalu para anggota NewJeans menandatangani kontrak dengan AAO, perusahaan yang berbasis di Kepulauan Cayman dan didukung modal dari Tiongkok. Perusahaan tersebut diketahui menjadi penyelenggara penampilan NewJeans di ComplexCon Hong Kong setelah grup itu kalah dalam gugatan penangguhan kontrak eksklusif dengan ADOR.
AAO juga disebut pernah mengajukan proposal kepada dewan direksi HYBE untuk mengakuisisi ADOR.
Dalam dokumen yang diajukan ke pengadilan, para anggota NewJeans diwajibkan melaporkan seluruh aktivitas hiburan mereka kepada AAO, termasuk berbagai informasi yang berkaitan dengan pengelolaan ADOR. Perjanjian tersebut berlaku selama sembilan bulan dan akan diperpanjang secara otomatis apabila tidak ada keberatan dari para pihak.
ADOR menilai kondisi itu menciptakan “kontrak ganda” yang bertentangan dengan perjanjian eksklusif para anggota bersama agensi.
Mengutip laporan Koreaboo, kuasa hukum ADOR menyatakan anggota NewJeans lainnya yang kembali bekerja sama dengan perusahaan pada November tahun lalu mengakui keberadaan kontrak tersebut dan bersedia membantu menyelesaikan persoalan dengan mengakhiri kerja sama bersama AAO.
Namun, menurut ADOR, Danielle dan ibunya justru diduga berusaha menyembunyikan keberadaan kontrak tersebut hingga akhir.
Sebagai bukti tambahan, ADOR menyerahkan transkrip percakapan para orang tua anggota NewJeans pada 1 Desember tahun lalu. Dalam percakapan itu, ibu Danielle disebut meminta orang tua anggota lain menghindari pertanyaan dari ADOR terkait pembahasan sebelumnya dan menyarankan agar seluruh komunikasi dengan perusahaan dilakukan melalui firma hukum.
Kuasa hukum ADOR berpendapat tindakan tersebut menunjukkan tidak adanya upaya memperbaiki hubungan dengan perusahaan. Sebaliknya, pihak Danielle dinilai terus menyalahkan ADOR sekaligus diduga berupaya menutupi keberadaan perjanjian dengan AAO.
Atas dasar itu, ADOR menegaskan gugatan yang diajukan secara khusus kepada Danielle didasarkan pada dugaan keterlibatan dalam penyembunyian informasi serta tindakan yang dinilai telah merugikan perusahaan.
Hingga sidang ketiga berlangsung, belum ada putusan dari pengadilan. Klaim yang disampaikan ADOR dalam persidangan masih merupakan dalil salah satu pihak dan akan diuji lebih lanjut melalui proses hukum yang sedang berjalan. (mg151)


















