INDOPOSCO.ID – Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dirasakan langsung oleh para pelaku usaha kecil di berbagai daerah.
Penurunan daya beli masyarakat membuat pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengalami penurunan omzet yang signifikan.
Banyak di antara mereka memilih tetap membuka lapak setiap hari demi menjaga perputaran usaha dan memenuhi kewajiban membayar para pekerja, meski keuntungan yang diperoleh semakin tipis.
Di sisi lain, persoalan klasik seperti keterbatasan modal hingga relokasi tempat berdagang juga masih menjadi tantangan. Tidak sedikit pedagang mengaku pendapatannya merosot setelah dipindahkan ke lokasi yang dinilai kurang strategis dan minim pengunjung.
Melihat berbagai persoalan tersebut, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Perjuangan (APKLI-P) meluncurkan “Kanal Keluh Kesah Harapan Tantangan PKL UMKM Indonesia, Kanal Kongkow dan Podcast Ekonomi Kawulo Alit Indonesia” sebagai wadah untuk menyerap aspirasi pelaku usaha kecil.
“Kehadiran Kanal Keluh Kesah Harapan Tantangan PKL UMKM Indonesia ini menjadi solusi untuk mengurai adanya sumbatan di lapangan sehingga dapat terwujud secara maksimal,” ujar Ketua Umum APKLI-P dan Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI), Ali Mahsun dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2026).
“Yang pasti tidak ada maksud lain kecuali ingin maksimalkan keperpihakan nyata Presiden Prabowo ke pelaku ekonomi rakyat kecil (kawulo alit),” sambungnya.
Menurut Ali, para pelaku PKL dan UMKM berharap pemerintah dapat memberikan solusi konkret atas berbagai kesulitan yang mereka hadapi di lapangan. Ia menilai perhatian terhadap sektor usaha kecil perlu terus diperkuat agar benar-benar dirasakan oleh para pelaku ekonomi rakyat.
“Kita tahu Presiden Prabowo sangat berpihak ke PKL UMKM, namun hingga saat ini belum maksimal hadir dilapak usaha ekonomi rakyat kecil (kawulo alit),” jelas Ali.
Ia menambahkan bahwa keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha kecil perlu diwujudkan secara optimal agar PKL dan UMKM mampu tumbuh lebih kompetitif, menjadi penopang ekonomi nasional, sekaligus berkontribusi dalam menyongsong bonus demografi 2030 dan target Indonesia menjadi negara maju pada 2045.
Meski demikian, Ali menilai implementasi dukungan tersebut masih perlu diperluas hingga benar-benar dirasakan di tingkat lapak usaha. Karena itu, APKLI-P kembali menegaskan komitmennya mendukung kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan berharap berbagai kebijakan pro-rakyat dapat semakin efektif menyentuh pelaku ekonomi kecil.
“Karena keperpihakan beliau ke pelaku ekonomi rakyat kecil sangat besar dan nyata telah dirindukan sejak Indonesia merdeka 17 Agustus 1945,” tutupnya.(her)

















