INDOPOSCO.ID – Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah melalui kegiatan “Gebyar Muharam 1448 H” yang digelar di Pustakaloka Nusantara IV DPR RI, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan kepedulian sosial sekaligus akselerasi modernisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan Setjen DPR RI.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal DPR RI Suprihartini menegaskan bahwa Bulan Muharam bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender Islam, melainkan momentum penting untuk melakukan evaluasi dan perbaikan diri. Dalam konteks birokrasi, ia mengimbau agar semangat hijrah diimplementasikan lewat peningkatan integritas, disiplin, kerja profesional, serta kepekaan sosial terhadap sesama yang membutuhkan.
“Keberhasilan suatu institusi tidak hanya diukur dari capaian kinerja formalnya saja, melainkan juga dari sejauh mana institusi tersebut mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta lingkungan sekitarnya,” ujar Suprihartini saat menyampaikan sambutan resmi dalam acara Gebyar Muharram 1448 H.
Acara yang diinisiasi oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Setjen DPR RI tersebut turut dihadiri oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq, Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, serta jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Setjen DPR RI. Hadir pula perwakilan dari mitra strategis seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), pengurus Korpri, serta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitur Rahman DPR RI.
Suprihartini mengapresiasi kolaborasi lintas unit kerja yang berhasil menghimpun berbagai macam donasi kebutuhan sekolah dan ibadah sehingga dapat dibagikan kepada 100 anak yatim. Penyaluran bantuan tersebut berupa santunan uang tunai dari para muzaki, pakaian muslim dari Biro Pengelolaan Bangunan dan Wisma (PBW), tas sekolah dari Biro Umum, paket bingkisan dari Biro Pemberitaan Parlemen, goodie bag dari Bank Syariah Indonesia sebagai sponsor utama, hingga donasi sepatu sekolah.
“Kolaborasi yang mulia ini menunjukkan bahwa semangat bergotong royong dan saling berbagi tumbuh dengan sangat subur di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI. Kita harapkan ini dapat terus terjaga dan memberikan kebahagiaan serta motivasi belajar bagi anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa,” ungkapnya.
Suprihartini juga memberikan sejumlah arahan strategis kepada kepengurusan UPZ Baznas Setjen DPR RI yang dipimpin oleh Indra Pahlevi. Pertama, ia menekankan pentingnya menjaga amanah, akuntabilitas, dan profesionalisme pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kedua, UPZ diminta memperluas literasi dan edukasi zakat bagi seluruh pegawai untuk meningkatkan kesadaran berzakat secara organik.
Lebih lanjut, ia mendorong UPZ untuk terus melakukan inovasi teknologi digital dalam proses pengumpulan dan penyaluran dana, sekaligus memperkuat sinergi dengan instansi eksternal seperti Baznas RI dan lembaga keuangan syariah. Terakhir, Suprihartini meminta arah program kerja ke depan bertransformasi dari yang bersifat konsumtif menuju program pemberdayaan produktif.
“Saya mendorong agar program-program UPZ ke depan tidak hanya berorientasi pada bantuan jangka pendek yang konsumtif, tetapi diarahkan pada program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, pengembangan keterampilan, serta penguatan ekonomi keluarga,” tegas Suprihartini.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Setjen DPR RI untuk terus meningkatkan komitmen berzakat melalui UPZ. Ia berharap jumlah muzaki terus bertambah setiap tahunnya sehingga manfaat yang ditebarkan ke masyarakat luas semakin masif demi mendukung terwujudnya pilar keadilan sosial menuju Indonesia Emas 2045.(dil)

















