INDOPOSCO.ID – Perguruan tinggi diminta tidak lagi berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan strategis di daerah. Melalui penguatan konsorsium antarkampus, pemerintah berharap lahir solusi nyata berbasis riset dan inovasi yang langsung dirasakan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan dalam keterangan, Kamis (25/6/2026). Menurut Fauzan, berbagai tantangan pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan kontribusi aktif perguruan tinggi melalui riset yang berdampak.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Sumatera Barat mencapai 24,9 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional yang berada pada level 19,8 persen. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.
“Perguruan tinggi adalah bagian dari entitas sosial. Ilmuwan dan sumber daya yang ada di dalamnya bukan hanya untuk kepentingan kampus, tetapi juga harus dikontribusikan untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas,” ujar Fauzan.
Fauzan menilai konsorsium perguruan tinggi memiliki dua fungsi utama. Pertama, memperkuat kapasitas internal antarperguruan tinggi. Kedua, memperbesar kontribusi eksternal bagi masyarakat. “Melalui konsorsium, perguruan tinggi dapat saling menguatkan,” ucapnya.
“Perguruan tinggi yang memiliki kapasitas lebih dapat berkolaborasi dengan perguruan tinggi lainnya, baik dalam riset, pembelajaran, maupun penguatan tata kelola tri darma. Selain itu, melalui konsorsium, berbagai kekuatan dapat digabungkan sehingga manfaatnya lebih dirasakan masyarakat,” sambungnya.
Ia menegaskan, setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda sehingga pengembangan konsorsium harus disesuaikan dengan kebutuhan wilayah masing-masing. Kampus dituntut mampu membaca persoalan daerah dan membangun kerja sama lintas institusi untuk menghadirkan solusi yang lebih efektif.
“Tujuan utama konsorsium adalah mengakselerasi penyelesaian problem yang ada di daerah. Karena itu, perguruan tinggi perlu bergerak bersama, saling menopang, dan membangun kolaborasi agar dampak yang dihasilkan semakin besar,” tambahnya.(nas)

















