INDOPOSCO.ID — Daewoong Pharmaceutical Indonesia berkolaborasi dengan Siloam Hospitals Surabaya menggelar health talk bertajuk “Silent but Deadly: Serangan Jantung pada Penderita Diabetes” untuk meningkatkan kesadaran pasien terhadap pentingnya deteksi dini dan pengelolaan menyeluruh diabetes, khususnya dalam mencegah komplikasi kardiovaskular dan ginjal.
Kegiatan ini menegaskan bahwa pengelolaan diabetes tidak hanya berfokus pada kadar gula darah, tetapi juga perlu memperhatikan kadar LDL-C (kolesterol jahat) serta fungsi ginjal secara rutin.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2023, jumlah penderita diabetes usia di atas 15 tahun mencapai 854.454 orang. Sementara di Kota Surabaya, tercatat 104.363 pasien diabetes pada tahun yang sama. Tingginya angka tersebut menunjukkan pentingnya edukasi berkelanjutan mengenai risiko komplikasi diabetes, terutama penyakit jantung dan ginjal.
Dalam sesi pertama, Prof. Yudi Her Oktaviono, Sp.JP(K), FIHA, menjelaskan bahwa pasien diabetes dapat mengalami serangan jantung tanpa gejala khas seperti nyeri dada. Kondisi gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf sehingga sinyal nyeri tidak terasa, membuat penyumbatan pembuluh darah jantung sering tidak terdeteksi sejak awal.
“Pasien diabetes dapat mengalami risiko kardiovaskular tanpa gejala yang nyata,” ujar Prof. Yudi.
Ia juga menekankan bahwa diabetes mempercepat proses aterosklerosis, yaitu penumpukan plak kolesterol di pembuluh darah yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. LDL-C atau kolesterol jahat berperan penting dalam proses tersebut, sehingga pengelolaannya menjadi kunci pencegahan komplikasi.
Prof. Yudi menekankan pentingnya pengelolaan LDL-C dengan prinsip “The Sooner, The Lower, The Better”, yang menyoroti pentingnya penanganan sejak dini, penurunan kadar LDL-C hingga target medis, serta kepatuhan pengobatan jangka panjang.
Pada sesi kedua, Dr. dr. Soebagijo Adi Soelistijo, SpPD, Subsp. EMD(K), FINASIM, FACP, menjelaskan bahwa diabetes juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang berkembang perlahan tanpa gejala awal. Ia menegaskan bahwa banyak pasien baru menyadari gangguan ginjal ketika fungsi organ sudah menurun signifikan.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya pemeriksaan rutin seperti HbA1c, UACR, dan eGFR guna mendeteksi kerusakan ginjal sejak dini dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Direktur Siloam Hospitals Surabaya, dr. Maria Magdalena Padmidewi, Sp.PK, menyampaikan bahwa edukasi diabetes harus mencakup pemahaman risiko terhadap organ vital seperti jantung dan ginjal. Menurutnya, diabetes tidak hanya soal gula darah, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup secara keseluruhan.
Sementara itu, Head of Daewoong Pharmaceutical Indonesia Business Division, Baik In-hyun, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui edukasi dan pengembangan terapi inovatif.
Daewoong telah meluncurkan terapi dislipidemia berbasis kombinasi ezetimibe dan rosuvastatin, serta menyiapkan peluncuran enavogliflozin 0,3 mg untuk diabetes tipe 2 yang telah memperoleh persetujuan BPOM RI.
Dengan kegiatan ini, Daewoong dan Siloam Hospitals Surabaya berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan diabetes secara menyeluruh, tidak hanya fokus pada gula darah, tetapi juga LDL-C dan fungsi ginjal untuk mencegah komplikasi serius di kemudian hari. (srv)

















