INDOPOSCO.ID – Persija Jakarta memasuki musim 2026/2027 dengan ambisi yang tidak main-main. Di bawah komando Shin Tae-yong, Macan Kemayoran diarahkan untuk mengejar prestasi tertinggi, bukan sekadar menjadi pesaing di papan atas.
Pelatih asal Korea Selatan itu menilai keberhasilan hanya bisa diraih jika seluruh pemain memiliki komitmen penuh terhadap tim. Baginya, semangat pengorbanan di lapangan menjadi fondasi penting untuk membangun skuad yang solid dan mampu bersaing hingga akhir musim.
“Para pemain harus berkorban demi tim. Semua pemain harus bermain dengan pemikiran bahwa mereka akan berlari selangkah lebih banyak daripada rekan setimnya. Jika begitu, hasil yang baik pasti akan mengikuti, dan fans yang tidak kamu duga pun akan menyambut,” kata Shin Tae-yong dalam keterangan resmi klub, dikutip pada Minggu (21/6/2026).
Ia kemudian menggambarkan bentuk pengorbanan yang diharapkan dari setiap pemain. Menurutnya, kontribusi tidak berhenti pada tugas utama sesuai posisi, melainkan juga kesediaan membantu rekan ketika situasi sulit terjadi di lapangan.
“Maksud dari mau berkorban untuk tim adalah meskipun dia berada di posisi paling depan (striker), ketika dia kehilangan bola, dia mau turun sampai ke area pertahanan untuk melakukan tekel, merebut bola, dan membawanya kembali,” jelas Shin Tae-yong.
“Tentu tidak bisa dilakukan setiap saat, tetapi jika hal seperti itu muncul satu atau dua kali saja demi tim, itu akan membuat seluruh pemain menjadi satu dan berlari keras bersama,” sambungnya.
Lebih jauh, Shin Tae-yong meminta anak asuhnya mengeluarkan kemampuan terbaik di setiap pertandingan. Ia percaya etos kerja maksimal akan menjadi pembeda dalam persaingan yang ketat sepanjang musim.
Bagi pelatih berusia 57 tahun tersebut, status Persija sebagai klub ibu kota dengan sejarah panjang dan dukungan suporter yang besar membawa konsekuensi berupa target yang tinggi. Karena itu, ia tidak ragu menyampaikan ukuran keberhasilan yang ingin dicapai bersama tim.
“Kesuksesan itu sebenarnya, karena ini tim ibu kota dan punya banyak fans, bukankah harus juara? Sukses adalah juara. Saya harus berani mengatakannya. Sukses artinya harus juara,” ungkap eks juru racik Timnas Korea Selatan itu.
Ia pun menutup pesannya dengan tekad untuk mengembalikan kebanggaan klub agar kembali berada di level yang semestinya.
“Sekarang adalah waktunya agar Persija bisa menjaga harga diri dan martabatnya. Itu pemikiran pribadi saya,” tambahnya. (her)















