INDOPOSCO.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan aksi nyata rehabilitasi lingkungan melalui penanaman 1.680 bibit mangrove di Pantai Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.
Mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Keadilan Iklim”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN EPI dalam mendukung mitigasi perubahan iklim sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir yang rentan terhadap dampak krisis iklim.
Penanaman mangrove dilakukan bersama anak perusahaan PLN EPI Group dan menggandeng CarbonEthics sebagai mitra lingkungan yang akan mendampingi proses penanaman, pemeliharaan, hingga pemantauan pertumbuhan mangrove secara berkelanjutan.
Vice President Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Lingkungan (K3KL) PLN EPI Muhammad Aminuddin mengatakan keadilan iklim tidak hanya berbicara mengenai pengurangan emisi karbon, tetapi juga memastikan kelompok masyarakat yang paling terdampak memperoleh manfaat dari berbagai program lingkungan.
“Penanaman mangrove di Tanjung Pakis merupakan langkah konkret PLN EPI untuk memperkuat ketahanan wilayah pesisir, memulihkan ekosistem, sekaligus berkontribusi terhadap penyerapan karbon. Melalui aksi ini, kami ingin memastikan manfaat lingkungan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Aminuddin, dikutip Rabu (17/6/2026).
Pantai Tanjung Pakis dipilih sebagai lokasi penanaman karena memiliki peran strategis sebagai kawasan penyangga pesisir yang menghadapi ancaman abrasi dan tekanan terhadap ekosistem mangrove.
Keberadaan hutan mangrove dinilai sangat penting karena berfungsi sebagai benteng alami yang mampu melindungi garis pantai dari gelombang laut, abrasi, hingga dampak kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim.
Selain itu, mangrove juga dikenal sebagai salah satu ekosistem blue carbon yang memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap dan menyimpan karbon. Fungsi ekologis lainnya meliputi menjaga kualitas perairan, menjadi habitat berbagai biota laut, serta menopang keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir.
Melalui program ini, PLN EPI tidak hanya berupaya meningkatkan tutupan vegetasi di kawasan pantai, tetapi juga mempercepat pemulihan fungsi ekologis wilayah pesisir secara menyeluruh.
Kegiatan tersebut melibatkan jajaran manajemen PLN EPI, perwakilan anak perusahaan, kelompok masyarakat setempat, serta sejumlah pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pelestarian lingkungan.
Berbeda dengan program penghijauan yang bersifat seremonial, PLN EPI menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove di Tanjung Pakis akan dilakukan secara berkelanjutan.
Bersama CarbonEthics, perusahaan akan melaksanakan pemeliharaan, monitoring, dan evaluasi berkala guna memastikan tingkat keberhasilan hidup tanaman serta mengukur manfaat lingkungan yang dihasilkan dalam jangka panjang.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan dampak yang lebih terukur, baik terhadap pemulihan ekosistem pesisir maupun peningkatan ketahanan masyarakat sekitar dalam menghadapi perubahan iklim.
Program rehabilitasi mangrove ini juga menjadi bagian dari implementasi komitmen PLN EPI terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta dukungan terhadap target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia.
Sebagai subholding PT PLN (Persero) yang bertanggung jawab dalam pengelolaan energi primer nasional, PLN EPI terus mengembangkan berbagai inisiatif dekarbonisasi dan solusi berbasis alam (Nature-Based Solutions) sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.
Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 juga dimanfaatkan PLN EPI untuk mengajak seluruh pemangku kepentingan mengambil peran aktif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat.
Penanaman 1.680 mangrove di Tanjung Pakis menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia usaha, masyarakat, dan mitra lingkungan mampu menghasilkan dampak positif bagi pelestarian ekosistem pesisir sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih tangguh, rendah karbon, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (srv)











