• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Komisi XI DPR Kaji Dampak Konsolidasi Perbankan, Ingatkan Implementasi UU P2SK Harus Berimbang

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 3 Juni 2026 - 13:57
in Ekonomi
Mukhamad-Misbakhun

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja P2SK Komisi XI DPR RI bersama Perbanas, Himbara, Perbarindo, dan Asbanda di Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Foto: Biro pemberitaan DPR RI/Mario/Alma

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisi XI DPR RI menyoroti dampak kebijakan konsolidasi perbankan nasional dalam implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). DPR mengingatkan agar proses konsolidasi tidak semata-mata berorientasi pada penguatan modal, tetapi juga memperhatikan karakteristik, fungsi, dan peran masing-masing kelompok perbankan dalam ekosistem keuangan nasional.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengatakan kebijakan konsolidasi perlu dikaji secara komprehensif agar tidak menimbulkan dampak yang justru mengurangi keberagaman dan peran strategis lembaga perbankan tertentu, terutama bank-bank daerah dan bank skala kecil.

BacaJuga:

MGS5 EV Paling Diminati, MG Catat 1.088 SPK Selama GIIAS 2026

Asyiknya Staycation Bernuansa Wisata Kuliner di Swiss-Belinn Kemayoran 

Ekspansi ke Pasar Global, Pertamina Drilling Siapkan Layanan Terintegrasi di Aljazair dan Irak

“Konsolidasi perbankan tidak bisa hanya diukur dari aspek permodalan. Karakteristik dan peran masing-masing kelompok perbankan juga perlu menjadi perhatian,” ujar Misbakhun dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja (Panja) P2SK Komisi XI DPR RI bersama Perbanas, Himbara, Perbarindo, dan Asbanda di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan bahwa sektor perbankan Indonesia memiliki struktur yang beragam. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD), misalnya, memiliki fungsi dan model bisnis yang berbeda dibandingkan bank-bank nasional berskala besar.

Karena itu, menurutnya, implementasi UU P2SK harus mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh segmen industri perbankan agar proses penguatan sektor keuangan berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.

Misbakhun menegaskan bahwa DPR membutuhkan masukan langsung dari para pelaku industri guna memperoleh gambaran yang utuh mengenai dampak konsolidasi terhadap stabilitas sistem keuangan maupun layanan kepada masyarakat.

“Setiap kelompok perbankan memiliki tantangan dan karakteristik yang berbeda. Karena itu, kami ingin memastikan kebijakan yang diterapkan tidak mengabaikan peran strategis mereka dalam mendukung perekonomian daerah maupun nasional,” katanya.

Menurutnya, konsolidasi perbankan pada dasarnya merupakan bagian dari dinamika alami industri yang terus berkembang. Persaingan usaha, tuntutan efisiensi, serta kebutuhan penguatan modal telah mendorong sejumlah bank melakukan konsolidasi secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir.

Selain isu konsolidasi, Komisi XI juga menyoroti dampak percepatan digitalisasi terhadap industri perbankan. Transformasi digital dinilai telah mengubah lanskap layanan keuangan secara signifikan dan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri.

Namun, Misbakhun mengingatkan bahwa kemampuan beradaptasi terhadap digitalisasi tidak merata di seluruh sektor perbankan. Bank-bank besar umumnya memiliki sumber daya dan investasi teknologi yang lebih kuat, sementara sebagian bank skala kecil masih menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan layanan digital.

“Digitalisasi perbankan berkembang sangat cepat. Bank-bank besar memiliki kapasitas yang lebih kuat untuk bertransformasi, sementara sebagian bank yang lebih kecil masih menghadapi tantangan dari sisi teknologi, investasi, dan kesiapan infrastruktur,” ujarnya.

Karena itu, DPR menilai implementasi UU P2SK perlu memperhatikan keseimbangan antara penguatan industri, transformasi digital, dan keberlangsungan peran berbagai kelompok perbankan agar sektor keuangan nasional dapat tumbuh secara sehat dan inklusif.

Melalui pengawasan terhadap pelaksanaan UU P2SK, Komisi XI berharap kebijakan reformasi sektor keuangan tidak hanya memperkuat ketahanan industri perbankan, tetapi juga menjaga akses layanan keuangan yang merata bagi masyarakat di seluruh daerah.(dil)

Tags: DPR RIKomisi XIUUP2SK

Berita Terkait.

MGS5 EV Paling Diminati, MG Catat 1.088 SPK Selama GIIAS 2026
Ekonomi

MGS5 EV Paling Diminati, MG Catat 1.088 SPK Selama GIIAS 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:03
Asyiknya Staycation Bernuansa Wisata Kuliner di Swiss-Belinn Kemayoran 
Ekonomi

Asyiknya Staycation Bernuansa Wisata Kuliner di Swiss-Belinn Kemayoran 

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:45
Diskusi
Ekonomi

Ekspansi ke Pasar Global, Pertamina Drilling Siapkan Layanan Terintegrasi di Aljazair dan Irak

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:07
Pemberdayaan
Ekonomi

Pegadaian dan Kadin Indonesia Kolaborasi Perluas Ekosistem Emas dan Akses Pembiayaan Dunia Usaha

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:26
Perangkat
Ekonomi

Elnusa Racik Teknologi dan Inovasi untuk Menjawab Tantangan Eksplorasi Energi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:24
Perwira
Ekonomi

Pertamina EP Limau Terapkan Recompletion, Gas Sales Sumur L5A-309 Tembus Rekor 3,1 MMSCFD

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:02

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1167 shares
    Share 467 Tweet 292
  • Perayaan 1 Tahun dengan Berbagai Penghargaan, Mitsubishi Destinator Tampil Mentereng di GIIAS 2026

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3714 shares
    Share 1486 Tweet 929
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    865 shares
    Share 346 Tweet 216
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.