• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Skandal ISPPD Kopenhagen 2026, Pengamat: Bongkar Krisis Moral Riset Indonesia

Nasuha Editor Nasuha
Kamis, 28 Mei 2026 - 06:31
in Nasional
Ilustrasi mahasiswa tengah melakukan riset. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Ilustrasi mahasiswa tengah melakukan riset. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dunia akademik Indonesia diguncang kabar memalukan dari ajang 14th International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) di Kopenhagen, Denmark, Mei 2026. Sejumlah oknum peneliti asal Indonesia diduga melakukan fabrikasi data riset serta pemalsuan identitas demi bisa tampil di forum ilmiah internasional tersebut.

Pakar dan pemerhati pendidikan Indra Charismiadji, menilai kasus tersebut bukan sekadar pelanggaran individu, melainkan cerminan rusaknya ekosistem riset nasional secara menyeluruh. “Kasus ISPPD Kopenhagen ini adalah kotak pandora yang terbuka lebar. Ini wajah asli riset kita yang telanjang tanpa sensor,” ujar Indra dalam melalui gawai, Rabu (27/5/2026).

BacaJuga:

Pesan Wakapolri untuk Kepengurusan Baru KBPP Polri

KUMITRA Jambore 2026 Perkuat Ekosistem UMKM dari Legalitas hingga Akses Pasar

Wamen Ossy Ajak Tim Ekspedisi Patriot Dukung Penataan Ruang dan Pendataan Masalah Pertanahan di Kawasan Transmigrasi

Menurutnya, dunia riset Indonesia saat ini lebih menekankan kuantitas administrasi dibanding kualitas ilmiah. Akibatnya, integritas akademik dikorbankan demi mengejar publikasi, angka kredit, hingga kepentingan birokrasi.

Indra menegaskan, bahwa kondisi tersebut bertentangan dengan amanat konstitusi, khususnya Pasal 31 ayat 5 UUD 1945 yang mengatur pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan masyarakat.

“Konstitusi memerintahkan riset untuk membangun peradaban dan kesejahteraan nyata, bukan sekadar memenuhi laporan administrasi atau mengejar angka kredit kenaikan pangkat,” katanya.

Ia menyebut orientasi riset nasional telah melenceng karena terlalu sibuk pada pelaporan administratif dan penyerapan anggaran. Peneliti, kata dia, lebih banyak disibukkan dengan dokumen pertanggungjawaban dibanding pengembangan inovasi dan eksperimen ilmiah.

Indra juga membandingkan kondisi Indonesia dengan Vietnam yang dinilai berhasil membangun industri berbasis teknologi melalui investasi riset yang terarah. Vietnam kini mampu memproduksi dan mengekspor kendaraan listrik merek VinFast ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sebaliknya, Indonesia dinilai masih bergantung pada industri ekstraktif dan ekspor bahan mentah.

“Kita bangga kaya sumber daya alam (SDA), tetapi ekonomi masih bertumpu pada penggalian bahan mentah. Kita belum mengandalkan kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

Ia turut menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak dan produk petrokimia dari negara-negara yang minim sumber daya alam seperti Singapura, Korea Selatan, dan Taiwan.

Menurut Indra, negara-negara tersebut mampu unggul karena mengembangkan riset dan teknologi secara serius, sementara Indonesia justru menghadapi krisis integritas akademik. Sebagai langkah perbaikan, Indra mendorong reformasi total sistem riset nasional.

Ia mengusulkan tiga langkah utama, yakni perubahan sistem pendanaan riset berbasis kompetisi dan inovasi nyata, penerapan sistem tenure track bagi peneliti dan dosen berbasis kinerja akademik, serta penyederhanaan sistem akuntabilitas riset yang lebih fokus pada hasil inovasi ketimbang administrasi.

“Selama peneliti masih diperlakukan seperti pegawai administratif yang sibuk mengurus kuitansi dibanding melakukan eksperimen dan pengembangan teori, sulit bagi Indonesia mengejar negara-negara lain,” katanya.

Ia menilai skandal ISPPD Kopenhagen harus menjadi momentum evaluasi besar-besaran bagi dunia riset nasional. Jika tidak dibenahi, Indonesia dikhawatirkan hanya akan menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain tanpa mampu menciptakan inovasi sendiri.

“Pilihan ada di tangan kita, mereformasi riset dengan akal sehat dan kembali pada amanat konstitusi, atau terus memalsukan masa depan bangsa di atas kertas,” ungkap Indra. (nas)

Tags: 2026ISPPDKopenhagenrisetskandal

Berita Terkait.

Pelantikan
Nasional

Pesan Wakapolri untuk Kepengurusan Baru KBPP Polri

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:01
Helvi-Moraza
Nasional

KUMITRA Jambore 2026 Perkuat Ekosistem UMKM dari Legalitas hingga Akses Pasar

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:20
Ossy-Dermawan
Nasional

Wamen Ossy Ajak Tim Ekspedisi Patriot Dukung Penataan Ruang dan Pendataan Masalah Pertanahan di Kawasan Transmigrasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:45
Bus
Nasional

Mitsubishi Fuso Luncurkan Canter Extra Long Bus, Perkuat Layanan Zero Down Time di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:25
Wamenag
Nasional

Wamenag Apresiasi Kesiapan Dapur MBG Berbasis Wakaf Mandiri di Lingkungan Pesantren Darunnajah

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:05
Mobil
Nasional

Bentrokan Maut di Menteng Jadi Alarm, DPR Soroti Pentingnya Pencegahan Konflik

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:42

BERITA POPULER

  • SAWIT

    Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1599 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1438 shares
    Share 575 Tweet 360
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3051 shares
    Share 1220 Tweet 763
  • Sertifikasi Mutu KKP Dorong Belut Kalimantan Tembus Pasar Global

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Pasca-Bentrokan Berdarah di Menteng, 200 Personel Gabungan TNI-Polri Disiagakan

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.