• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pertamina NRE Percepat Bioetanol Nasional, Sinergi Petani dan Industri Jadi Penentu

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 27 Mei 2026 - 23:57
in Ekonomi
Direktur Utama Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) John Anis (kanan), dalam Rapat Kerja Nasional Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) pada Senin, (25/5/2026). Foto: Dokumen

Direktur Utama Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) John Anis (kanan), dalam Rapat Kerja Nasional Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) pada Senin, (25/5/2026). Foto: Dokumen

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Upaya memperkuat ketahanan energi nasional kini mulai bergerak dari sektor perkebunan. PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menilai pengembangan bioetanol tidak hanya berbicara soal energi alternatif, tetapi juga tentang bagaimana petani tebu dapat menjadi bagian penting dalam rantai besar menuju swasembada energi Indonesia.

Komitmen tersebut ditegaskan Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI), Senin (25/5/2026).

BacaJuga:

BINUS Startup Vaganza 2026 Hadirkan 1.194 Mahasiswa, Dorong Inovasi dan Pengembangan Bisnis

STAR ASET BMN Jadi Langkah Baru Menuju Pengelolaan Aset Negara yang Transparan

Expedition Dukung Atlet Muda Lewat Apresiasi Eksklusif Campus League

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi ramah lingkungan, bioetanol dipandang memiliki prospek besar sebagai substitusi bahan bakar fosil. Namun, keberhasilan pengembangannya sangat bergantung pada kekuatan sektor hulu, terutama ketersediaan bahan baku dari industri tebu nasional.

Molases atau tetes tebu saat ini menjadi salah satu komponen utama dalam produksi bioetanol. Karena itu, keberadaan petani tebu dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung keberlanjutan industri energi hijau tersebut.

“Hubungan dengan petani tebu harus terus dijaga karena dari situlah kita mengembangkan feedstock bioetanol. Tantangannya adalah bagaimana menghadirkan bahan bakar nabati yang terjangkau, tetapi tetap memberikan nilai ekonomi yang baik bagi petani,” ujar John.

Menurutnya, pengembangan bioetanol di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari aspek keekonomian hingga kepastian pasar. Untuk itu, diperlukan kerja sama lintas sektor agar ekosistem industri bioetanol dapat tumbuh secara berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

Dukungan juga datang dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang menilai peningkatan produktivitas tebu nasional menjadi langkah penting untuk memperkuat pasokan bahan baku bioetanol.

“Pemerintah akan membantu melalui perbaikan tata kelola pupuk hingga penguatan sektor pengairan agar produksi tebu dapat meningkat. Namun, kami juga membutuhkan dukungan dari asosiasi dan para petani agar program ini dapat berjalan dengan baik,” kata Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Perkebunan dan Hortikultura Kemenko Bidang Pangan, Radian Bagiono.

Sementara itu, kalangan petani menyambut positif rencana implementasi mandatory blending bioetanol yang diyakini dapat membuka pasar baru bagi komoditas tebu nasional.

“Program mandatory ini tentu menjadi hal yang positif bagi petani. Yang penting bagaimana mekanisme harga bisa diterima dan memberikan kepastian bagi petani tebu,” jelas Ketua Umum APTRI, H. Soemitro Samadikoen.

Pertamina NRE sendiri menegaskan komitmennya untuk terus membangun keseimbangan antara kepentingan industri, petani, dan konsumen. Skema harga yang adil dinilai menjadi faktor penting agar pengembangan bioetanol dapat berjalan konsisten dalam jangka panjang.

“Diperlukan kolaborasi serta dukungan yang kuat antara pemerintah, industri, petani, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan bioetanol dapat berjalan optimal. Dengan dukungan yang tepat, bioetanol dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional,” tutup John. (srv)

Tags: APTRIBioetanolPertamina NREpetani tebuSwasembada Energi

Berita Terkait.

binus
Ekonomi

BINUS Startup Vaganza 2026 Hadirkan 1.194 Mahasiswa, Dorong Inovasi dan Pengembangan Bisnis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:23
imipas
Ekonomi

STAR ASET BMN Jadi Langkah Baru Menuju Pengelolaan Aset Negara yang Transparan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:21
jam
Ekonomi

Expedition Dukung Atlet Muda Lewat Apresiasi Eksklusif Campus League

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:22
paramuda
Ekonomi

Peluang Kerja Makin Kompetitif, Anak Muda Didorong Jadi Pencipta Usaha

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:02
periklindo
Ekonomi

PEVS 2026 Hadir di JIExpo Kemayoran, Tawarkan Cashback hingga Rp200 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:37
umkm
Ekonomi

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Kementerian UMKM Perkuat Akses Modal dan Peluang Usaha

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:07

OLAHRAGA

champion
Olahraga

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10

INDOPOSCO.ID - Malam Liga Champions 2026/2027 matchday ketiga pada Rabu (21/10/2026) malam hingga Kamis (22/10/2026) dini hari WIB kembali menghadirkan...

SelengkapnyaDetails
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31
Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:40

BERITA POPULER

  • IWBIF

    IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1156 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1305 shares
    Share 522 Tweet 326
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.