INDOPOSCO.ID – Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI menyoroti persoalan pasar tumpah yang dinilai mengganggu kenyamanan umat beragama dalam menjalankan ibadah di Kota Tegal. Jawa Tengah. Persoalan tersebut dibahas dalam kunjungan kerja BAM DPR RI yang dipimpin Ketua BAM DPR RI, Ahmad Heryawan, di Kantor DPRD Kota Tegal, Senin (25/5/2026).
Dalam pertemuan itu, BAM DPR RI menerima aspirasi dari umat Buddha yang tergabung dalam Yayasan Meditation Center serta jemaat Gereja Pantekosta terkait keberadaan pasar tumpah di sekitar lokasi ibadah mereka.
Ahmad Heryawan menegaskan pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat melalui aktivitas UMKM dan hak masyarakat untuk menjalankan ibadah dengan nyaman.
“Dua-duanya penting. Memfasilitasi UMKM demi mendukung ekonomi masyarakat penting, namun memberi ruang ibadah yang nyaman juga sangat penting,” ujar Politisi Fraksi PKS tersebut.
Menurutnya, persoalan di lapangan tidak seharusnya diselesaikan dengan mempertentangkan kepentingan satu pihak dengan pihak lainnya. Karena itu, BAM DPR RI mendorong solusi yang mampu mengakomodasi seluruh kepentingan masyarakat.
Dari hasil pembahasan bersama Pemerintah Kota Tegal, salah satu langkah yang disepakati ialah penataan ulang lokasi pasar tumpah agar akses menuju rumah ibadah tetap terbuka dan nyaman digunakan.
“Supaya umat meditation center maupun jemaat gereja dapat beribadah dengan nyaman, maka jalan tersebut akan dikosongkan. Itu prioritas utama,” katanya.
Sebagai solusi, aktivitas pasar tumpah direncanakan dipindahkan ke lokasi alternatif seperti Jalan Panggung Timur dan Jalan Proklamasi.
“Lebih baik dikosongkan dan dipindah ke tempat lain. Alternatifnya di Jalan Panggung Timur dan Jalan Proklamasi,” jelas Ahmad Heryawan.
Ia juga mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kota Tegal dan DPRD Kota Tegal dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat melalui dialog bersama BAM DPR RI.
Menurutnya, langkah penyelesaian tersebut diharapkan semakin memperkuat citra Kota Tegal sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia.
“Kota Tegal sudah masuk sembilan besar kota paling toleran di Indonesia. Dengan langkah ini, InsyaAllah akan semakin baik,” pungkas Aher yang juga anggota Komisi II DPR RI. (dil)











