• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

UU Migas Baru Jadi Penentu Masa Depan Investasi Energi Indonesia

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 22 Mei 2026 - 14:15
in Ekonomi
IPA Convex 2026

Suasana sesi Plenary Special Session dengan tema Refleksi Strategi Kebijakan Energi untuk Masa Depan Indonesia, dalam ajang The 50th Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, pada Kamis (21/5/2026). Foto: Dokumen Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah derasnya arus transisi energi global, Indonesia dinilai tak bisa lagi hanya mengandalkan potensi sumber daya alam untuk menarik investasi migas. Kepastian regulasi kini menjadi faktor penentu apakah investor bertahan atau justru mengalihkan modalnya ke negara lain.

Isu tersebut mengemuka dalam ajang The 50th Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, pada Kamis (21/5/2026), saat sejumlah tokoh energi nasional menyoroti pentingnya percepatan revisi Undang-Undang (UU) Migas sebagai fondasi baru industri hulu migas Indonesia.

BacaJuga:

Wujudkan Ekosistem Pendidikan Masa Depan, Epson Indonesia Dorong Implementasi Smart Classroom di Sekolah Yogyakarta

Industri Sawit Makin Inklusif, BPDP Dukung Pedoman Pengarusutamaan Gender Nasional

Menteri Investasi dan Hilirisasi Apresiasi Pelayanan Bea Cukai Morowali untuk Industri Pengolahan Nikel

Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi, Purnomo Yusgiantoro, menilai sektor energi nasional membutuhkan regulasi yang mampu menjawab tantangan industri beberapa dekade ke depan sekaligus memberi rasa aman bagi investor.

“Jadi mudah-mudahan kita akan memiliki regulasi baru, undang-undang baru tentang migas,” kata Purnomo dalam sesi Plenary Special Session dengan tema Refleksi Strategi Kebijakan Energi untuk Masa Depan Indonesia.

Menurutnya, struktur regulasi energi Indonesia sebenarnya telah terbentuk cukup lengkap, mulai dari konstitusi hingga aturan teknis di tingkat kementerian dan lembaga. Namun perubahan dinamika industri membuat penyesuaian kebijakan menjadi kebutuhan mendesak.

“Jadi sebenarnya sudah cukup baik. Namun sekarang, mudah-mudahan dengan adanya Undang-Undang Migas yang baru, kita bisa melakukan penyesuaian untuk 20 tahun ke depan,” kata Purnomo.

Ia juga menekankan iklim investasi migas tidak hanya ditentukan oleh besarnya cadangan energi, tetapi juga kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan kepentingan negara dan pelaku usaha.

“Kunci permainan adalah bagaimana kita menyeimbangkan antara kebutuhan pemerintah dan kebutuhan swasta,” jelasnya.

Purnomo menyebut karakter industri eksplorasi migas yang penuh risiko membuat investor sangat mempertimbangkan tingkat pengembalian modal sebelum menanamkan investasi.

“Pihak swasta selalu meminta, berikan saya tingkat pengembalian yang baik karena saya menghadapi eksplorasi. Dan eksplorasi itu penuh risiko dan ketidakpastian,” tambahnya.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) 2005-2008, Kardaya Warnika. Ia menilai Indonesia sejatinya tidak kalah dari negara lain dalam hal potensi sumber daya migas. Persoalan terbesar justru berada pada aspek kepastian hukum.

Kardaya mengungkapkan sejumlah investor memilih mengalihkan investasinya ke Vietnam maupun Myanmar karena regulasi di negara tersebut dinilai lebih pasti.

“Apakah potensi di sana lebih baik dari Indonesia? Jawabannya hampir sama. Potensi Indonesia jauh lebih baik. Lalu kenapa mereka pindah ke sana? Karena ada kepastian hukum. Itu saja,” ucapnya.

Sementara itu, Presiden Direktur MedcoEnergi, Hilmi Panigoro, menyoroti pentingnya menjaga kesakralan kontrak di industri migas nasional. Selain itu, ia menilai fleksibilitas fiskal juga perlu diperkuat agar proyek-proyek energi tetap ekonomis di tengah tekanan transisi energi global.

Menurutnya, arah kebijakan pemerintah saat ini mulai menunjukkan sinyal positif bagi dunia usaha.

“Saya sangat setuju dengan apa yang disampaikan Pak Kardaya. Kesakralan kontrak dan kepastian hukum,” ujar Hilmi.(her)

Tags: industri hulu migasInvestasi Hulu MigasIPA ConvexUU Migas

Berita Terkait.

Seminar
Ekonomi

Wujudkan Ekosistem Pendidikan Masa Depan, Epson Indonesia Dorong Implementasi Smart Classroom di Sekolah Yogyakarta

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:27
Penyerahan
Ekonomi

Industri Sawit Makin Inklusif, BPDP Dukung Pedoman Pengarusutamaan Gender Nasional

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:36
Apresiasi
Ekonomi

Menteri Investasi dan Hilirisasi Apresiasi Pelayanan Bea Cukai Morowali untuk Industri Pengolahan Nikel

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:45
Limbah-Serbuk
Ekonomi

PLN EPI Beri Kepastian Pasar Biomassa, Dorong Investasi dan Lapangan Kerja Hijau

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:05
Daging
Ekonomi

Harga Daging Sapi Sedikit di Atas HAP, Bapanas Siapkan Langkah Stabilisasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:42
mendag
Ekonomi

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:23

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3196 shares
    Share 1278 Tweet 799
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1304 shares
    Share 522 Tweet 326
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2831 shares
    Share 1132 Tweet 708
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.