INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi XI DPR Amin Ak menilai arah kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro tahun 2027 menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas nggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurutnya, upaya pemerintah menjaga defisit pada kisaran 1,8–2,4 persen terhadap PDB merupakan sinyal positif bagi pelaku pasar dan pelaku usaha bahwa disiplin fiskal tetap menjadi perhatian utama pemerintah.
“Di tengah tekanan global, suku bunga internasional yang masih tinggi, serta volatilitas geopolitik dunia, menjaga kredibilitas fiskal menjadi sangat penting untuk mempertahankan kepercayaan pelaku pasar, stabilitas rupiah, dan daya tahan ekonomi nasional,” kata Amin Ak di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa target pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5 persen pada 2027 harus dibarengi dengan langkah-langkah struktural yang konkret dan realistis. “Target pertumbuhan tersebut cukup ambisius,” ucap Amin.
Ia menggarisbawahi pentingnya langkah nyata dalam memperkuat daya beli masyarakat, menciptakan lapangan kerja formal, serta menggenjot investasi produktif dan hilirisasi industri agar target tersebut bukan sekadar menjadi angan-angan.
“Bukan tidak mungkin dicapai, tetapi membutuhkan reformasi yang serius, terutama dalam peningkatan investasi produktif, industrialisasi, hilirisasi yang bernilai tambah, penciptaan lapangan kerja formal, serta penguatan daya beli masyarakat,” ujar politikus PKS itu.
Ia menilai tantangan terbesar APBN 2027 justru berada pada sisi penerimaan negara. Target pendapatan negara sebesar 11,82–12,40 persen terhadap PDB memerlukan terobosan yang tidak semata-mata bertumpu pada kenaikan beban pajak masyarakat dan dunia usaha.
“Pemerintah harus fokus memperluas basis ekonomi produktif dan meningkatkan kepatuhan pajak secara adil, bukan sekadar menaikkan tekanan fiskal terhadap sektor riil yang saat ini juga sedang menghadapi tekanan global,” imbuhnya.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 dalam rangka Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2027 yang digelar di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta, Selasa (20/05/2026).
Ia menyampaikan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan sekadar dokumen keuangan negara, namun sebagai alat perjuangan membangun bangsa.
“APBN adalah wujud dari alat perjuangan kita sebagai bangsa. APBN adalah alat untuk melindungi rakyat. Alat untuk memperkokoh dasar-dasar dan sendi-sendi ekonomi bangsa,” jelas Prabowo di Gedung DPR, Jakarta, siang tadi.(dan)









