INDOPOSCO.ID – Ajang tari internasional World Dance Festival (WDF) 2026 sukses digelar di Bali pada 13-16 Mei 2026, menghadirkan ratusan penari dari berbagai negara seperti India, Mongolia, Korea Selatan, Malaysia, dan Indonesia.
Festival ini bukan sekadar kompetisi, melainkan panggung pertemuan budaya dunia yang menampilkan keindahan tradisi, kreativitas, serta teknik tari kelas internasional.
Tahun ini, WDF mempertandingkan lima kategori utama yang kompetitif, yakni Folklore/Traditional Dance, Contemporary Dance, Modern Dance, Street Dance/Hip Hop, serta K-Pop Cover Dance.
Selama empat hari berturut-turut, panggung WDF dipenuhi penampilan memukau dari berbagai delegasi yang menampilkan identitas budaya masing-masing dengan koreografi yang kuat dan teknik yang matang.
Di tengah persaingan yang ketat tersebut, dua tim penari cilik Indonesia berhasil mencuri perhatian dewan juri dan penonton internasional.
Tim Aurora, yang beranggotakan lima siswi berbakat dari Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Citra Az Zahra, tampil di kategori Folklore/Traditional Dance dan sukses meraih medali perak (Silver). Penampilan mereka dinilai solid, penuh ekspresi, dan memiliki konsep budaya yang kuat.
Sementara itu, tim Nu Geulis Nusantara dari Sanggar Budaya Nu Geulis Nusantara tampil gemilang dengan meraih medali emas (Gold) di kategori yang sama, mengukuhkan keunggulan tari tradisional Indonesia di panggung dunia.
“Bukan hanya piala yang kami bawa pulang, tetapi aku bangga akan perjuangan, kekompakan, dan kepercayaan diri tim aku untuk naik di panggung taraf internasional,” ujar Ghaydaa Syahna, salah satu anggota tim Aurora, penuh bangga, dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).
Bagi Ghaydaa, ajang ini merupakan pengalaman internasional pertamanya. Ia mengaku terinspirasi oleh rekan-rekannya yang telah lebih dulu menorehkan prestasi di tingkat dunia pada tahun sebelumnya.
“Saya sangat senang, meski di awal pentas ada gerakan yang kurang tepat. Raihan ini menjadi motivasi untuk saya dan tim meraih prestasi lebih baik lagi ke depan. Budaya Indonesia itu indah dan keren,” tuturnya.
Pada kategori Folk Dance Junior Formation, Aurora yang mewakili Sanggar Ruang Karya meraih Silver, sementara Nu Geulis Nusantara membawa pulang Gold. Adapun Grand Prix kategori folkdance diraih oleh Dhenata Art Community yang membawakan tarian khas Ponorogo, Reog Ponorogo.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia mampu tampil percaya diri di panggung internasional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada dunia.(ney)











