INDOPOSCO.ID – Artis Korea, ADOR, kembali meningkatkan langkah hukum dalam gugatan ganti rugi besar yang tengah berlangsung.
Menurut laporan, agensi tersebut mengajukan permohonan penyitaan sementara terhadap properti milik mantan CEO Min Hee Jin dan ibu dari member NewJeans, Danielle. Langkah ini menyusul gugatan sebelumnya senilai ₩43,0 miliar KRW (sekitar USD 29,2 juta).
Berdasarkan laporan Ilgan Sports, Pengadilan Distrik Pusat Seoul telah mengabulkan permohonan ADOR pada 2 Februari untuk penyitaan sementara aset properti milik keduanya. Pengadilan menyetujui pembekuan aset senilai ₩5,0 miliar KRW (sekitar USD 3,39 juta) untuk Min Hee Jin dan ₩2,0 miliar KRW (sekitar USD 1,36 juta) untuk ibu Danielle. Properti yang terdampak mencakup apartemen dan vila di Seoul, sehingga tidak dapat dijual atau digunakan secara bebas hingga kasus selesai. Sementara itu, Danielle sendiri tidak termasuk dalam penyitaan aset meski namanya tercantum dalam gugatan awal.
Sebelumnya, pada 29 Desember 2025, ADOR mengajukan gugatan ganti rugi terhadap Danielle, ibunya, dan Min Hee Jin, lalu pada 23 Januari hanya mengajukan penyitaan terhadap dua pihak terakhir.
Apartemen Min di Yongsan-gu serta vila di Mapo-gu turut disita. Apartemen di Yongsan sebelumnya sudah pernah dikenai penyitaan sementara pada 23 Desember 2025 senilai ₩500 juta KRW. Kasus ini disebut terkait dugaan seorang staf ADOR yang menerima biaya styling dari pengiklan eksternal saat Min masih menjabat sebagai CEO.
Vila di Mapo juga kembali disita, menyusul penyitaan sebelumnya senilai ₩100 juta KRW pada 1 September 2024 oleh mantan karyawan ADOR yang tengah bersengketa hukum dengan Min terkait dugaan pelecehan di tempat kerja.
Ibu Danielle juga diketahui memiliki vila di Gwangjin-gu, Seoul, serta kantor di Anyang, Gyeonggi, yang ikut disita. Setelah disetujui pengadilan, pemberitahuan keputusan telah disampaikan kepadanya pada 13 Februari.
Penyitaan sementara merupakan langkah hukum untuk mengamankan klaim finansial, sehingga aset tidak dapat dialihkan hingga putusan akhir ditetapkan. Hal ini membuat penggunaan aset menjadi terbatas selama proses persidangan berlangsung.
Perkembangan terbaru menunjukkan situasi semakin kompleks. Seluruh tim hukum ADOR dilaporkan mengundurkan diri beberapa minggu sebelum sidang berikutnya, yang memicu spekulasi bahwa proses persidangan bisa tertunda. Pihak Danielle disebut menolak penundaan tersebut dan meminta sidang tetap berjalan sesuai jadwal, seperti dikutip dari Koreaboo.
Dengan nilai gugatan yang sangat besar dan strategi hukum dari kedua pihak yang saling berseberangan, kasus ini diperkirakan akan berlangsung panjang dan semakin memanas. (mg157)










