INDOPOSCO.ID – Korban meninggal dunia akibat tabrakan kereta api jarak jauh dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 15 orang. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengonfirmasi pembaruan data tersebut hingga Selasa (28/4/2026) pukul 13.00 WIB.
“Tadi, ada 15 orang yang meninggal dunia dan 88 orang yang masih dirawat,” kata AHY di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi para penumpang yang sempat tergencet di dalam gerbong KRL Commuter Line akibat dihantam kereta api jarak jauh dalam kecelakaan tersebut.
“Termasuk ada tiga yang tadinya terjepit bisa kita evakuasi dan masih dalam perawatan di rumah sakit,” ujar AHY.
Di sela peninjauannya di Bekasi Timur, ia menambahkan bahwa segala upaya terbaik sedang dikerahkan untuk memastikan keselamatan para korban yang masih dalam perawatan intensif.
“Tentunya, sekali lagi kita berupaya maksimal untuk melakukan penanganan secara medis agar bisa menyelamatkan saudara-saudara kita yang masih dirawat saat ini,” jelas politikus Partai Demokrat itu.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan sebelumnya bahwa data korban meninggal dunia hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka.
Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut, sementara korban luka mendapatkan penanganan di berbagai fasilitas kesehatan.
“Sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit. Evakuasi telah kami lakukan bersama tim gabungan, dan saat ini kami memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan terbaik,” ungkap Bobby terpisah dalam keterangannya, pagi tadi.
Penanganan korban dilakukan di sejumlah rumah sakit, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, g Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.(dan)










