• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Mengancam Ekosistem Perairan di Jakarta, Pramono Instruksikan Bersihkan Ikan Sapu-sapu

Dilianto - Editor Dilianto -
Senin, 13 April 2026 - 07:46
in Megapolitan
Ilustrasi Ikan Sapu-Sapu. Foto: istimewa

Ilustrasi Ikan Sapu-Sapu. Foto: istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan jajaran pemerintah untuk melakukan pembersihan ikan sapu-sapu secara menyeluruh di seluruh wilayah kota. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya populasi ikan invasif tersebut yang dinilai mengancam ekosistem perairan.

“Saya meminta bukan hanya di Jakarta Pusat, tapi di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk dilakukan operasi pembersihan,” ujar Pramono saat memberikan keterangan di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026).

BacaJuga:

Usai Tangkap Lima Orang, Polisi Buru 4 Pelaku Begal Petugas Damkar

Pelaku Begal Anggota Damkar Dibekuk di Hotel Kawasan Pluit

JPPI: Kasus FH UI Jadi Sinyal Gagalnya Kampus Aman

Aksi pembersihan sebelumnya telah dilakukan di kawasan Jakarta Pusat, tepatnya di aliran kali sekitar Grand Hyatt Jakarta dan Plaza Indonesia. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kota, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), hingga petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Menurut Pramono, operasi tersebut menjadi langkah awal dan akan terus diperluas ke wilayah lain karena jumlah ikan sapu-sapu yang sudah cukup banyak dan tidak bisa ditangani sekaligus.

“Memang tidak mungkin langsung selesai, tapi ini langkah yang bermanfaat dan memberi kontribusi positif,” katanya.

Pramono menjelaskan, ikan sapu-sapu berpotensi merusak tanggul serta mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Jika tidak segera dikendalikan, populasinya dikhawatirkan akan terus meningkat dan memperparah kerusakan lingkungan.

“Kalau tidak segera ditangkap, jumlahnya akan terus bertambah dan berpengaruh pada ekosistem kita,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas KPKP Provinsi Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, menyebut persoalan ikan sapu-sapu bukan hal baru. Penanganan serupa sebelumnya pernah dilakukan di aliran Sungai Ciliwung.

Setelah ditangkap, ikan-ikan tersebut akan dibawa ke pusat pengolahan di Ciganjur. Untuk memastikan tidak kembali hidup, bangkai ikan akan dikubur karena spesies ini dikenal memiliki daya tahan tinggi, bahkan bisa bertahan di luar air dalam kondisi tertentu.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jakarta dalam menjaga kelestarian lingkungan perairan sekaligus mencegah dampak jangka panjang dari penyebaran spesies invasif di Jakarta. (dil)

Tags: Ikan Sapu-SapuPemprov Jakartapramono anung

Berita Terkait.

Usai Tangkap Lima Orang, Polisi Buru 4 Pelaku Begal Petugas Damkar
Megapolitan

Usai Tangkap Lima Orang, Polisi Buru 4 Pelaku Begal Petugas Damkar

Selasa, 14 April 2026 - 23:31
Pelaku Begal Anggota Damkar Dibekuk di Hotel Kawasan Pluit
Megapolitan

Pelaku Begal Anggota Damkar Dibekuk di Hotel Kawasan Pluit

Selasa, 14 April 2026 - 22:15
JPPI: Kasus FH UI Jadi Sinyal Gagalnya Kampus Aman
Megapolitan

JPPI: Kasus FH UI Jadi Sinyal Gagalnya Kampus Aman

Selasa, 14 April 2026 - 20:35
Diduga Langgar HAM Batasi Penggunaan Hijab Karyawan, Anggota Komisi XIII Sambangi RS Siloam TB Simatupang
Megapolitan

Diduga Langgar HAM Batasi Penggunaan Hijab Karyawan, Anggota Komisi XIII Sambangi RS Siloam TB Simatupang

Selasa, 14 April 2026 - 20:01
kemayoran
Megapolitan

Kebakaran Indekos di Kemayoran, Seorang Pria Meninggal Terjebak di Kamar Mandi

Selasa, 14 April 2026 - 11:11
ilustrasi
Megapolitan

Investigasi Dugaan Pelecehan Verbal di Fakultas Hukum, UI Libatkan Satgas PPKS

Selasa, 14 April 2026 - 10:40

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2511 shares
    Share 1004 Tweet 628
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    762 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.