INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua DPR Saan Mustopa mengingatkan para kepala daerah untuk menjaga kredibilitas dan amanah dalam menjalankan jabatan. Hal ini ditegaskannya menyusul maraknya kasus bupati yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK
“Nah, karena itu apa menjaga kredibilitas, integritas dari apa kepala daerah dan juga mungkin semua hal ini penting. Terutama dalam soal mengelola hasratlah,” kata Saan di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Saan menegaskan bahwa seorang pemimpin sangat penting untuk mengelola hasrat agar tidak terjebak dalam kepentingan pragmatis, terutama yang berkaitan dengan materi, saat sedang berkuasa.
“Jadi mengelola hasrat sebagai pemimpin itu itu penting agar jangan apa mengikuti hasrat ketika berkuasa ingin mendapatkan hal-hal yang sifatnya pragmatis apalagi dalam bentuk materi,” ujar politikus NasDem itu.
Ia meminta kepala daerah dan kader NasDem menjauhi perilaku koruptif dengan tidak mentransaksikan jabatan politik untuk kepentingan materi yang pragmatis.
“Jadi mentransaksikan posisi politik, mentransaksikan apa kekuasaan yang dimiliki untuk kepentingan-kepentingan yang sifatnya pragmatis ataupun materi,” ucap Saan.
“Ini harus yang menjadi apa kesadaran dari seluruh apa kepala daerah dan khususnya kader NasDem memang sudah disampaikan,” tambahnya.
Komisi Pemberantasan Korupsi memang tercatat gencar melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap sejumlah kepala daerah, termasuk beberapa bupati. Sejak awal Januari hingga April 2026, KPK telah melakukan 10 kali OTT, enam di antaranya melibatkan kepala daerah tingkat dua bupati/wali kota.
Terbaru, KPK menangkap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo pada Jumat, 10 April 2026, terkait dugaan pemerasan dan penerimaan lainnya. Total uang yang diduga telah diterima mencapai Rp2,7 miliar dari target awal yang diminta sebesar Rp5 miliar. (dan)










