• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

BPJS Watch: 12 April Jadi Momentum Evaluasi Program MBG dan Perlindungan Anak

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Minggu, 12 April 2026 - 18:36
in Nasional
Siswa tengah menyantap makan bergizi gratis. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Siswa tengah menyantap makan bergizi gratis. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tanggal 12 April menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kebijakan perlindungan anak di Indonesia, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan tersebut diungkapkan Koordinator Bidang Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, melalui gawai, Minggu (12/4/2026). Ia mengatakan, di tingkat nasional, 12 April dikenal sebagai Hari Bawa Bekal Nasional, sebuah gerakan untuk meningkatkan kesadaran pentingnya membawa makanan sehat dan bergizi dari rumah bagi anak sekolah. Gerakan ini untuk menghindari konsumsi jajanan tidak sehat.

BacaJuga:

KKP Dukung Upaya Perlindungan Penyu di Belitong UNESCO Global Geopark

Bea Cukai Perketat Pengawasan KEK, Pastikan Fasilitas Tepat Sasaran dan Patuh Aturan

Misi Ekonomi ke AS: Purbaya Luruskan ‘Noise’ dan Gaet Dana Global

Sementara di tingkat internasional, lanjutnya, tanggal 12 April diperingati sebagai Hari Anak Jalanan Internasional, yang menegaskan kepedulian global terhadap hak dan perlindungan anak-anak yang hidup di jalanan.

“Kedua peringatan tersebut seharusnya menjadi refleksi bagi pemerintah dalam menjalankan program MBG,” katanya.

Menurutnya, program tersebut semestinya lebih menyasar kelompok anak jalanan yang selama ini termarginalkan dan belum sepenuhnya tersentuh bantuan sosial pemerintah.

“Tidak ada anak yang memilih menjadi anak jalanan. Namun keberadaan mereka seolah dilegitimasi tanpa upaya serius dan signifikan untuk menyelamatkan anak dari jalanan,” ungkapnya.

Ia menilai, meskipun pemerintah telah melakukan sejumlah upaya, jumlah anak jalanan masih ada dan bahkan bertambah. Dalam pandangannya, anak jalanan kerap menjadi objek anggaran APBN dan APBD, bukan subjek yang benar-benar mendapatkan perlindungan menyeluruh.

“Banyak di antara mereka yang belum tersentuh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tidak mendapatkan manfaat program MBG, serta jauh dari akses pendidikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengaitkan Hari Bawa Bekal Nasional dengan evaluasi pola pemberian MBG. Menurutnya, program tersebut seharusnya menjamin hak anak untuk memperoleh makanan sehat dan bergizi secara berkelanjutan, termasuk pada hari libur, serta memungkinkan orang tua terlibat langsung dalam penyediaan makanan yang aman dan sesuai kebutuhan anak.

Ia juga menyoroti sejumlah kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan program MBG sebagai indikator perlunya perbaikan tata kelola. Di sisi lain, keberadaan anak jalanan yang belum terlindungi dinilai menunjukkan belum optimalnya pemenuhan kewajiban negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, khususnya Pasal 21 hingga 24 mengenai tanggung jawab negara dan pemerintah dalam melindungi hak anak.

“Hak anak atas pelayanan kesehatan dan jaminan sosial, sebagaimana diatur dalam Pasal 4 hingga 18 UU Perlindungan Anak, juga menjadi sorotan. Salah satu persoalan yang disampaikan adalah belum otomatisnya kepesertaan JKN bagi bayi baru lahir,” terangnya.

Saat ini, lanjutnya, status kepesertaan bayi masih bergantung pada status JKN ibunya. Jika ibu belum terdaftar atau kepesertaannya tidak aktif, bayi harus menunggu proses aktivasi, yang dapat menghambat akses layanan kesehatan mendesak seperti NICU.

Kondisi tersebut, lanjut dia, dinilai berpotensi berkontribusi pada masih tingginya angka kematian bayi baru lahir di Indonesia. Merujuk pada Pasal 8 UU Perlindungan Anak serta Pasal 5 ayat (3) UU HAM, ia mendorong agar seluruh bayi baru lahir secara otomatis menjadi peserta JKN tanpa tergantung pada status kepesertaan ibunya.

“Tanggal 12 April harus menjadi pengingat bagi pemerintah untuk lebih serius memastikan perlindungan menyeluruh bagi seluruh anak Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar pola pelaksanaan program MBG ditinjau ulang, termasuk mempertimbangkan pelibatan orang tua dalam pengelolaan dan penyediaan makanan, sehingga anak-anak dapat membawa bekal ke sekolah dengan aman, sehat, dan bergizi. (nas)

Tags: Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait.

Implementasi
Nasional

KKP Dukung Upaya Perlindungan Penyu di Belitong UNESCO Global Geopark

Selasa, 14 April 2026 - 15:05
KEK
Nasional

Bea Cukai Perketat Pengawasan KEK, Pastikan Fasilitas Tepat Sasaran dan Patuh Aturan

Selasa, 14 April 2026 - 14:34
purbaya
Nasional

Misi Ekonomi ke AS: Purbaya Luruskan ‘Noise’ dan Gaet Dana Global

Selasa, 14 April 2026 - 12:22
teuku
Nasional

Menteri Ekraf Dukung Provaliant Group Monetisasi IP Lokal

Selasa, 14 April 2026 - 12:12
btn
Ekonomi

Loan Factory BTN: Strategi Cerdas Kejar Pertumbuhan Tanpa Abaikan Risiko

Selasa, 14 April 2026 - 11:01
saan
Nasional

Negosiasi AS-Iran Gagal, DPR Desak Pemerintah Siapkan Mitigasi Ekonomi

Selasa, 14 April 2026 - 05:05

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2506 shares
    Share 1002 Tweet 627
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    891 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    844 shares
    Share 338 Tweet 211
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.