INDOPOSCO.ID -Webinar bertajuk “AI untuk Upgrade Belajar & Literasi Digital: Belajar Lebih Cepat, Cerdas, dan Efisien” yang diselenggarakan pada Selasa (7/4/2026) secara daring melalui Zoom Meeting dan YouTube @kemendukbangga_bkkbn merupakan kegiatan dalam upaya penguatan kapasitas generasi muda. Hal ini harus gencar dilakukan dalam menghadapi perkembangan teknologi di era transformasi digital yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga/BKKBN) bersama Binar Academy melalui program Garuda AI.
Direktur Bina Ketahanan Remaja Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE dalam arahannya menyampaikan bahwa generasi Z merupakan kelompok pengguna AI yang dominan baik untuk belajar maupun aktivitas lainnya. Sehingga literasi AI di kalangan remaja masih perlu diperkuat, terutama dalam aspek penggunaan yang bijak, produktif, aman, dan bertanggung jawab.
“Ini yang masih menjadi PR kita bersama bagaimana tingkat literasi AI ini masih perlu kita tingkatkan karena pemahaman yang mendalam tentang penggunaan AI dengan bijak dan produktif belum sepenuhnya optimal” ungkapnya.
Kegiatan ini diikuti oleh Duta GenRe Desa/Kelurahan dari seluruh Indonesia serta para pengelola program remaja diawali dengan sambutan oleh Co Founder Binar Academy Seto Lareno, ia menyampaikan bahwa masyarakat khususnya generasi muda telah hidup di tengah perubahan besar yang dipengaruhi oleh perkembangan kecerdasan buatan atau AI. “Kita sedang hidup di dalamnya, kecerdasan buatan sudah terjadi saat ini bukan nanti, bukan 5 tahun lagi, dan yang menarik teknologi ini bukan membuat kita lebih cepat tetapi juga mengubah peran kita sebagai manusia”, ujarnya.
Kecerdasan buatan dinilai telah mengubah cara manusia bekerja dan menjalankan perannya termasuk dengan mengambil alih berbagai pekerjaan yang bersifat repetitif, administratif, bahkan sebagian analitis.
Dalam sesi materi hadir juga sebagai narasumber Law Governance System Analyst UNICEF Indonesia Ibu Syarafina Lubis. Ia memberikan pemahaman mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan saat ini yang semakin mengubah cara manusia bekerja dan berpikir, terutama dalam berbagai bidang profesional. Namun, konteks ini penting bagi setiap individu untuk tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu beradaptasi dan menggunakannya secara bijak. Beliau menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar soal teknologi menggantikan manusia, melainkan tentang kesiapan manusia itu sendiri dalam menghadapinya.
“AI tidak akan menggantikan kamu, tetapi yang tahu cara berpikir dan cara menggunakan AI yang akan menggantikan kamu” tegasnya.
Selain aspek pemanfaatan teknologi dan literasi digital webinar ini juga menekankan pentingnya etika dan integritas dalam penggunaan AI. Peserta didorong untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi, memahami potensi bias teknologi, serta berperan aktif dalam mencegah penyebaran hoaks di ruang digital.
Sebagai agen perubahan di tingkat desa dan kelurahan, para Duta GenRe diharapkan mampu menjadi role model dalam pemanfaatan teknologi yang bijak, inovatif, dan inspiratif. Peran ini diharapkan memperkuat gerakan literasi digital sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara positif di kalangan remaja dan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berkelanjutan yang akan dilaksanakan dalam beberapa sesi lanjutan guna memperkuat kompetensi serta kesiapan generasi muda menghadapi tantangan perkembangan teknologi di era kecerdasan buatan, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing. (ney)








