INDOPOSCO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu kontroversi setelah mengunggah ancaman keras terhadap Iran melalui akun Truth Social miliknya, @realDonaldTrump. Dalam unggahan tersebut, ia menyebut adanya potensi kehancuran peradaban hanya dalam hitungan jam.
“Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali. Saya tidak ingin itu terjadi, tapi mungkin akan terjadi,” kata Trump melalui akun Truth Social miliknya @realDonaldTrump, Selasa (7/4/2026).
Ia sesumbar bahwa akan ada upaya penulisan ulang sejarah yang panjang dan rumit, seolah-olah kompleksitas dunia bisa diselesaikan hanya dalam satu malam yang penuh drama.
“Nanti malam kita akan mengetahuinya, salah satu momen penting dalam sejarah yang panjang dan kompleks di dunia,” ujar Trump.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengultimatum Iran untuk membuka jalur Selat Hormuz dalam kurun waktu 48 jam sejak Sabtu (4/6/2026). Namun, kini ia kembali menambah batas waktu bagi Iran.
“Selasa, pukul 8:00 malam Waktu Timur!,” celetuk Trump terpisah melalui platform Truth Social, Senin (6/4/2026). Jika tuntutan itu tidak terpenuhi, Trump bakal menyerang fasilitas energi dan infrastruktur vital Iran.
Trump juga sempat melontarkan ancaman terhadap Teheran dengan memperingatkan bahwa kekuatan militer mereka baru merupakan tahap awal dari potensi penghancuran total infrastruktur Iran.
“Militer kami, yang terbesar dan paling kuat (jauh lebih kuat!) di mana pun di dunia, belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran. Jembatan berikutnya, lalu Pembangkit Listrik!,” celetuk Trump terpisah melalui unggahan di Truth Social @realDonaldTrump, Jumat (3/4/2026).
Militer Amerika Serikat mengklaim telah menghancurkan jembatan B1 di Karaj, Iran pada Kamis (2/4/2026). Jembatan B1 merupakan jembatan tertinggi di Timur Tengah dengan tinggi sekitar 136 meter. (dan)










