INDOPOSCO.ID – Pemerintah menegaskan penyelenggaraan ibadah haji 2026 tetap berlangsung sesuai rencana, meski situasi global tengah mengalami berbagai dinamika.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf dalam keterangan, Selasa (7/4/2026).
Menteri yang akrab disapa Gus Irfan tersebut menekankan bahwa aspek keselamatan dan keamanan jemaah menjadi prioritas utama pemerintah dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
Ia memastikan koordinasi intensif terus dilakukan dengan otoritas terkait, baik di dalam maupun luar negeri.
Menurutnya, komunikasi aktif dijalin dengan Pemerintah Arab Saudi, Kementerian Luar Negeri, serta KBRI di Riyadh guna memantau perkembangan situasi terkini.
Hingga saat ini, pemerintah Arab Saudi disebut memberikan sinyal positif terkait kesiapan penerimaan jemaah Indonesia.
“Alhamdulillah, situasi masih kondusif. Kami terus memperkuat koordinasi agar setiap perkembangan dapat segera diantisipasi. Keselamatan jemaah adalah prioritas utama,” ujar Gus Irfan.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menghadapi kemungkinan situasi darurat. Skenario alternatif tersebut disusun bersama Komisi VIII DPR RI agar layanan kepada jemaah tetap berjalan optimal dalam kondisi apa pun.
Terkait kuota, Gus Irfan memastikan jumlah jemaah haji Indonesia pada 2026 tidak mengalami perubahan, yakni tetap sebanyak 221.000 orang.
“Seluruh proses persiapan, mulai dari pelunasan biaya perjalanan hingga administrasi keberangkatan, dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ungkapnya.
Ia berharap dengan koordinasi lintas kementerian dan dukungan otoritas Arab Saudi, pelaksanaan haji 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah Indonesia. (nas)










