• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Ahli Ranjau Laut PBB Pesimistis Krisis Selat Hormuz Bisa segera Diatasi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 7 April 2026 - 07:07
in Headline
ranjau
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ahli ranjau dari Layanan Aksi Ranjau PBB (UNMAS), Paul Heslop, mengaku pesimistis krisis Selat Hormuz akan bisa diatasi dalam waktu singkat. Sebab, banyaknya ranjau laut yang ditebar menjadi hambatan paling besar. Kata Paul Heslop, menyapu ranjau di darat saja sulit, apalagi membersihkan ranjau di laut.

Selain perbedaan kedalaman ranjau yang dipasang, yaitu di oermukaan, di bawah permukaan dan di kedalaman, ada faktor lain yang mempersulit pembersihan ranjau di laut.

BacaJuga:

Kendala Teknis Pelaksanaan TKA, DPR RI: Harus Jadi Evaluasi Pemerintah

Mass Burial of Live Pleco Fish Draws Criticism, MUI: Violates Islamic Principles

Penguburan Massal Ikan Sapu-sapu Hidup-hidup, MUI: Salahi Prinsip Islam

Faktor itu adalah arus dan gelombang laut. Dijelaskan Paul Heslop, karena arus laut, angin dan ombak, ranjau dapat berpindah-pindah tempat. Jika suatu area dibersihkan, dan terjadi gelombang pasang atau arus lain, maka area yang sama dapat terkontaminasi lagi.

“Para penjinak ranjau bekerja di lingkungan yang dinamis dan berubah-ubah, itu sangat sulit,” tambah Heslop seperti dikutip UN News.

Seperti diketahui, Selat Hormuz adalah jalur laut utama distribusi bahan emergi dan minyak bumi dari kawasan jazirah Arab ke Asia dan Eropa. Namun, akibat perang Iran Vs AS-Israel, Selat Hormuz diblokade Iran. Selain itu, di Selat itu juga dipasang ranjau laut untuk mencegah kapal tanpa izin Iran melintas.

Atas masalah tersebut, komunitas global mencoba berbagai cara untuk membuka kembali selat tersebut guna memfasilitasi aliran minyak dan pupuk.

Lebih lanjut Heslop menjelaskan, tantangan untuk membersihkan ranjau laut adalah mengetahui ranjau tersebut dipasang di permukaan air atau di dalam air.

”Ranjau laut tersebut dapat saja diletakkan di permukaan, mengapung di dalam air, atau ditempatkan di dasar laut. Untuk mengetahui hal itu merupakan sebuah tantangan berat,” tutur Heslop.

Menurut Heslop ranjau laut dapat terbuat dari plastik atau logam. Mekanisme pengaktifannya meliputi kontak dengan lambung kapal, pengaruh magnetik, atau dapat diledakkan dari jarak jauh, atau diatur waktunya untuk meledak.

Jika ranjau laut terbuat dari logam magnetometer (yang mengukur perubahan medan magnet) akan menemukannya. Terdapat juga berbagai alat deteksi sonar (gelombang suara) dan radar (gelombang radio) canggih untuk menemukan perangkat bawah air. (bro)

Tags: Ahli Ranjau Laut PBBLaut PBBranjauSelat Hormuz

Berita Terkait.

siswa belajar
Headline

Kendala Teknis Pelaksanaan TKA, DPR RI: Harus Jadi Evaluasi Pemerintah

Minggu, 19 April 2026 - 16:42
Sapu-sapu
Headline

Mass Burial of Live Pleco Fish Draws Criticism, MUI: Violates Islamic Principles

Minggu, 19 April 2026 - 14:21
Ikan-Sapu-sapu
Headline

Penguburan Massal Ikan Sapu-sapu Hidup-hidup, MUI: Salahi Prinsip Islam

Minggu, 19 April 2026 - 14:21
Prabowo
Headline

Reshuffle di Tangan Prabowo, Pengamat Soroti Meritokrasi Pejabat

Minggu, 19 April 2026 - 10:27
Presiden
Headline

Cabinet Reshuffle in Prabowo’s Hands, Analyst Highlights Meritocracy in Public Office

Minggu, 19 April 2026 - 10:27
Gempa-Nias
Headline

Gempa Bumi Magnitudo 5,9 Menghantam Pulau Nias, Hiposenter Kedalaman 10 Km

Minggu, 19 April 2026 - 07:32

BERITA POPULER

  • Prabowo

    Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Pramono Lantik 11 Pejabat Jakarta: Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel, Budi Awaludin Kadishub

    695 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Ketika Delapan Pameran Seni Visual TKS ISI Yogyakarta Ramaikan Ruang Seni Kota

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.