INDOPOSCO.ID – Ahli ranjau dari Layanan Aksi Ranjau PBB (UNMAS), Paul Heslop, mengaku pesimistis krisis Selat Hormuz akan bisa diatasi dalam waktu singkat. Sebab, banyaknya ranjau laut yang ditebar menjadi hambatan paling besar. Kata Paul Heslop, menyapu ranjau di darat saja sulit, apalagi membersihkan ranjau di laut.
Selain perbedaan kedalaman ranjau yang dipasang, yaitu di oermukaan, di bawah permukaan dan di kedalaman, ada faktor lain yang mempersulit pembersihan ranjau di laut.
Faktor itu adalah arus dan gelombang laut. Dijelaskan Paul Heslop, karena arus laut, angin dan ombak, ranjau dapat berpindah-pindah tempat. Jika suatu area dibersihkan, dan terjadi gelombang pasang atau arus lain, maka area yang sama dapat terkontaminasi lagi.
“Para penjinak ranjau bekerja di lingkungan yang dinamis dan berubah-ubah, itu sangat sulit,” tambah Heslop seperti dikutip UN News.
Seperti diketahui, Selat Hormuz adalah jalur laut utama distribusi bahan emergi dan minyak bumi dari kawasan jazirah Arab ke Asia dan Eropa. Namun, akibat perang Iran Vs AS-Israel, Selat Hormuz diblokade Iran. Selain itu, di Selat itu juga dipasang ranjau laut untuk mencegah kapal tanpa izin Iran melintas.
Atas masalah tersebut, komunitas global mencoba berbagai cara untuk membuka kembali selat tersebut guna memfasilitasi aliran minyak dan pupuk.
Lebih lanjut Heslop menjelaskan, tantangan untuk membersihkan ranjau laut adalah mengetahui ranjau tersebut dipasang di permukaan air atau di dalam air.
”Ranjau laut tersebut dapat saja diletakkan di permukaan, mengapung di dalam air, atau ditempatkan di dasar laut. Untuk mengetahui hal itu merupakan sebuah tantangan berat,” tutur Heslop.
Menurut Heslop ranjau laut dapat terbuat dari plastik atau logam. Mekanisme pengaktifannya meliputi kontak dengan lambung kapal, pengaruh magnetik, atau dapat diledakkan dari jarak jauh, atau diatur waktunya untuk meledak.
Jika ranjau laut terbuat dari logam magnetometer (yang mengukur perubahan medan magnet) akan menemukannya. Terdapat juga berbagai alat deteksi sonar (gelombang suara) dan radar (gelombang radio) canggih untuk menemukan perangkat bawah air. (bro)










