INDOPOSCO.ID – Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menyampaikan, apresiasi atas dukungan publik setelah dirinya menjadi korban serangan air keras oleh oknum anggota TNI pada Kamis (12/3/2026) malam.
“Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut,” kata Andrie Yunus dalam rekaman audio yang diunggah oleh akun Instagram @kontras_update dilihat Jumat (3/4/2026).
Melalui rekaman suara tersebut, ia menyampaikan pesan keteguhan hati dan memastikan bahwa semangat perjuangannya tidak akan padam.
“Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar, tentu dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian, a luta continua! panjang umur perjuangan!,” ucap Andrie Yunus.
Menurut keterangan KontraS, saat ini aktivis pembela HAM itu masih dirawat di ruang HCU RSCM Jakarta guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Polda Metro Jaya secara telah melimpahkan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI pada akhir Maret 2026.
Ada empat pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, adalah prajurit TNI aktif dari Denma BAIS TNI, berinisial NDP, SL, BHW, dan ES. Mereka ditahan di Pomdam Jaya sejak 18 Maret 2026 dan dijerat pasal penganiayaan berencana. Dua di antaranya merupakan eksekutor lapangan.
Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di instalasi tahanan militer maximum security Pomdam Jaya Guntur dan dikenakan Pasal 467 KUHP UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang penganiayaan berencana, dengan ancaman hukuman berbeda sesuai peran. (dan)









