INDOPOSCO.ID – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut berperan aktif dalam mendukung pelayaran muhibah KRI Bima Suci milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) sebagai sarana memperkenalkan produk-produk unggulan UMKM Indonesia ke pasar global. Inisiatif ini diharapkan mampu membuka peluang kerja sama baru sekaligus memperluas jaringan pemasaran bagi pelaku usaha kecil dan menengah di berbagai negara tujuan.
Wakil Menteri UMKM RI Helvi Moraza menyampaikan keterlibatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelayaran etape kedua Kartika Jala Krida (KJK) 2026. Program ini tidak hanya mengusung misi pelayaran dan diplomasi maritim, tetapi juga memperkuat promosi ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM agar semakin kompetitif di tingkat internasional.
“Dalam pelayaran muhibah ini, KRI Bima Suci turut membawa serta produk unggulan UMKM Indonesia untuk diperkenalkan di delapan negara sahabat yang menjadi tujuan singgah,” ujar Helvi di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Ia menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penguatan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam memperluas akses pasar nasional.
“Kementerian UMKM selalu siap berkolaborasi dengan berbagai pihak. Sinergi dengan TNI Angkatan Laut dan Kementerian Perdagangan diharapkan mampu mendorong produk UMKM Indonesia menembus pasar global melalui jalur diplomasi maritim,” katanya.
Menurut Helvi, inisiatif ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, serta memperkuat citra produk lokal di tingkat internasional.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan pelayaran ini tidak hanya membawa misi ekonomi, tetapi juga menjadi ruang interaksi lintas negara yang penting bagi pembentukan karakter dan jejaring global para calon perwira, sekaligus memperkuat hubungan internasional.
“Para peserta sangat antusias mengikuti pelayaran ini sebagai sarana membangun persahabatan antar pelaut dari berbagai negara, sekaligus mempererat semangat brotherhood di antara mereka,” ujarnya.
Sebanyak 79 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) turut serta dalam pelayaran ini, didampingi perwira dan awak kapal. Selain itu, terdapat 52 peserta program ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) yang berasal dari 24 negara sahabat, sehingga total peserta mencapai 131 orang.
Rute pelayaran KRI Bima Suci meliputi Surabaya, Jakarta, Belawan, Sri Lanka, Singapura, Vietnam, China, Korea Selatan, Rusia, Jepang, Filipina, hingga Bitung, sebelum kembali ke Surabaya. Pelayaran ini menempuh jarak sekitar 16.877 mil laut dalam kurun waktu 124 hari.
Produk UMKM yang dibawa akan dipromosikan kepada masyarakat internasional melalui kegiatan deck reception di atas KRI Bima Suci saat kapal bersandar di pelabuhan negara sahabat, sebagai bagian dari strategi diplomasi ekonomi yang memperkuat posisi Indonesia di pasar global. (her)










