INDOPOSCO.ID – Langkah pemerintah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tujuh menteri terkait pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) di sektor pendidikan mendapat apresiasi dari Anggota DPR RI, Ahmad Heryawan.
Kebijakan lintas kementerian ini dinilai sebagai upaya strategis dalam memastikan penggunaan teknologi di dunia pendidikan berjalan secara terarah, aman, dan bertanggung jawab, baik di jalur formal maupun informal.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menjelaskan bahwa SKB tersebut bertujuan mengendalikan pemanfaatan teknologi sekaligus memitigasi berbagai risiko negatif, seperti perundungan siber, kecanduan gawai, hingga fenomena pamer kekayaan di ruang digital.
Menanggapi hal tersebut,pria yang akrab disapa Kang Aher ini menilai kebijakan ini sangat relevan dengan tantangan zaman. Ia menegaskan bahwa teknologi, khususnya AI, harus menjadi alat untuk mendorong kemajuan pendidikan, bukan justru menjadi sumber masalah bagi generasi muda.
“Ini merupakan kebijakan strategis yang sangat relevan. Kita ingin teknologi menjadi sarana kebaikan, bukan sebaliknya,” ujarnya dikutip Jumat (3.4/2026).
Mantan Gubernur Jawa Barat itu juga menilai arah kebijakan pemerintah dalam membangun generasi yang mampu menguasai teknologi untuk kebajikan merupakan visi jangka panjang yang tepat. Menurutnya, pengaturan ini penting untuk melindungi peserta didik sekaligus membentuk karakter yang kuat di tengah derasnya arus informasi digital.
Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya soal kecakapan teknologi, tetapi juga harus diimbangi dengan nilai etika, moral, dan tanggung jawab. “Kita ingin generasi yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga berkarakter kuat. Teknologi harus dikuasai, bukan menguasai,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ketua Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI ini menyoroti pentingnya implementasi kebijakan tersebut secara konsisten di seluruh satuan pendidikan. Ia mendorong keterlibatan aktif berbagai pihak, mulai dari guru, orang tua, hingga masyarakat luas.
Menurutnya, keberhasilan SKB ini sangat bergantung pada sinergi bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, ia optimistis ekosistem pendidikan Indonesia akan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi global tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pendidikan. (dil)











