• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Kasus Campak Masih Marak, Ketua DPR RI Minta Program Imunisasi Dievaluasi

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 2 April 2026 - 22:29
in Gaya Hidup
Ketua DPR RI, Puan Maharani. Foto: Dokumen DPR RI

Ketua DPR RI, Puan Maharani. Foto: Dokumen DPR RI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua DPR RI, Puan Maharani menyoroti masih maraknya kasus campak di Indonesia yang menyebabkan korban jiwa, baik pada balita maupun orang dewasa. Ia menilai kondisi ini harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk mengevaluasi pelaksanaan program imunisasi.

“Kasus kematian akibat campak sejak awal tahun ini harus menjadi peringatan bagi kita semua. Ini juga menjadi kabar duka bagi layanan kesehatan Indonesia,” kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Kamis (2/4/2026).

BacaJuga:

Reuni Setelah Satu Dekade, “The Perfect Lie” Jadi Ajang Pertemuan Kembali Yoo Yeon Seok dan Seo Hyun Jin

BTS Kokoh Puncaki Peringkat Reputasi Merek Boy Group Bulan November 2026

AIRvive Siap Percantik Rambut Model di Jakarta Fashion Week 2026-2027

Meski Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat tren penurunan kasus campak, data nasional tetap menunjukkan adanya 10 kematian akibat penyakit tersebut sepanjang 2026. Sebagian besar korban adalah balita yang belum pernah menerima imunisasi campak.

Salah satu kasus fatal menimpa dokter internsip berinisial AMW (25) di Kabupaten Cianjur yang meninggal dunia pada 26 Maret 2026 akibat komplikasi pada jantung dan otak. Ia diduga terpapar virus saat menangani pasien campak dan tetap bertugas meski telah mengalami gejala.

Dari rangkaian kematian baik pada balita maupun tenaga kesehatan tersebut, sambung Puan, harus dipahami sebagai peringatan serius bahwa perlindungan kesehatan dasar masyarakat tidak boleh memiliki celah.

“Terutama pada program imunisasi yang selama ini menjadi fondasi pencegahan penyakit menular,” ujarnya.

Data Kemenkes menunjukkan adanya penurunan signifikan kasus suspek dan terkonfirmasi campak, yakni hingga 93 persen pada pekan ke-12 tahun 2026 dibandingkan minggu pertama. Meski demikian, pengawasan epidemiologi atau surveilans tetap dilakukan secara ketat.

Menurut Puan, langkah tersebut penting karena kasus campak masih ditemukan di sejumlah daerah. Di Provinsi Jawa Tengah misalnya, ribuan kasus masih tercatat dan tiga daerah telah berstatus kejadian luar biasa (KLB), yakni Kabupaten Klaten, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Pati.

“Walaupun ada tren penurunan, fakta di lapangan menunjukkan kasus campak masih muncul. Ini harus menjadi pengingat pentingnya vaksinasi pada anak,” ujar Puan.

Lebih lanjut, legislator dari Fraksi PDIP ini juga menegaskan bahwa campak merupakan penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi, tetapi berpotensi menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.

Menurut Puan, munculnya kembali korban jiwa menunjukkan bahwa tantangan kesehatan publik bukan hanya soal ketersediaan layanan, tetapi juga kemampuan negara menjaga kepercayaan masyarakat terhadap intervensi kesehatan yang telah terbukti efektif. Ketika vaksin tersedia namun tidak menjangkau seluruh kelompok rentan, maka risiko kesehatan masyarakat akan meningkat.

“Setiap kematian yang sebenarnya dapat dicegah harus menjadi bahan evaluasi serius. Negara tidak boleh membiarkan perlindungan kesehatan dasar melemah hanya karena informasi yang salah lebih cepat dipercaya dibanding penjelasan ilmiah,” tegasnya.

Selain itu, Puan juga menilai penanganan kejadian luar biasa campak tidak cukup hanya dengan respons medis jangka pendek, tetapi harus disertai penguatan sistem pencegahan secara menyeluruh.

Ia mengingatkan pemerintah untuk memastikan cakupan imunisasi dasar benar-benar menjangkau wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas. Selain itu, edukasi kesehatan berbasis komunitas serta strategi komunikasi publik perlu diperkuat agar mampu menjawab keraguan masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami.

“Perlu juga perhatian terhadap kelompok dewasa muda setelah adanya korban dari kalangan tenaga kesehatan. Perlindungan imunisasi harus dilihat lebih luas, terutama bagi kelompok dengan interaksi tinggi di pelayanan publik atau lingkungan kerja berisiko,” jelasnya.

Terakhir, menurut Puan, penguatan sistem kesehatan publik harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi kesehatan masyarakat.

“Negara perlu hadir hingga tingkat komunitas agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar, merasa dilibatkan, dan percaya bahwa setiap kebijakan kesehatan dijalankan untuk melindungi hak hidup seluruh warga negara,” pungkasnya. (dil)

Tags: CampakDPR RIPuan Maharani

Berita Terkait.

Seo-Hyun-Jin
Gaya Hidup

Reuni Setelah Satu Dekade, “The Perfect Lie” Jadi Ajang Pertemuan Kembali Yoo Yeon Seok dan Seo Hyun Jin

Minggu, 8 November 2026 - 03:27
BTS
Gaya Hidup

BTS Kokoh Puncaki Peringkat Reputasi Merek Boy Group Bulan November 2026

Minggu, 8 November 2026 - 02:06
airvive
Gaya Hidup

AIRvive Siap Percantik Rambut Model di Jakarta Fashion Week 2026-2027

Sabtu, 7 November 2026 - 14:14
jenni
Gaya Hidup

JENNIE Kembali Tembus 5 Besar Billboard Hot 100, LISA Debut di Billboard 200

Jumat, 6 November 2026 - 22:06
jang
Gaya Hidup

Jang Wonyoung IVE Buka Suara soal Kontroversi Sikap terhadap Eksekutif BVLGARI

Jumat, 6 November 2026 - 18:06
doktor
Gaya Hidup

Kim Ji Won dan Kim Woo Seok Tampilkan Chemistry Hangat di Poster Spesial Drama Doctor X

Jumat, 6 November 2026 - 15:16

OLAHRAGA

STY
Olahraga

Persija vs Persebaya, Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Tidak Lengah

Editor Juni Armanto
Sabtu, 7 November 2026 - 15:45

INDOPOSCO.ID - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong meminta anak asuhnya tetap waspada saat menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan kesembilan Super...

SelengkapnyaDetails
witan

Jamu Persebaya, Persija Usung Misi Bangkit di Hadapan Jakmania

Sabtu, 7 November 2026 - 09:35
Sirkuit Mandalika

Gaspol di Mandalika, Pertamina Dukung Regenerasi Pebalap Indonesia lewat MRS 2026

Jumat, 6 November 2026 - 21:21
rafael

PSIM vs Dewa United: Asa ke Puncak, Banten Warriors Pantang Terpeleset

Jumat, 6 November 2026 - 11:21
bola

Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

Jumat, 6 November 2026 - 08:51

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3347 shares
    Share 1339 Tweet 837
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2313 shares
    Share 925 Tweet 578
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1878 shares
    Share 751 Tweet 470
  • Bachtiar Nasir Tegaskan Penolakan Konser Andrea Bocelli Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.