INDOPOSCO.ID – Keandalan listrik menjadi kebutuhan krusial saat aktivitas masyarakat meningkat tajam pada Ramadan hingga Idulfitri. Menjawab momen tersebut, PLN Nusantara Power (PLN NP) menegaskan kesiapsiagaan penuh dengan menyiapkan pasokan listrik 14.132 Megawatt (MW) (14,1 Gigawatt/GW) atau setara 42 persen dari beban puncak nasional 35.014 MW selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 Hijriah.
Sebagai subholding pembangkitan, PLN NP mengerahkan 8.898 personel siaga, mendirikan 126 posko, serta menempatkan 45 unit fire truck di berbagai wilayah Indonesia sejak 12-31 Maret 2026. Kesiapan ini memastikan umat Muslim dapat beribadah dengan aman dan nyaman, sekaligus menjamin kebutuhan listrik selama arus mudik dan arus balik pasca-Idulfitri tetap terpenuhi.
Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah, mengatakan keandalan pasokan listrik menjadi prioritas utama perusahaan pada periode dengan lonjakan konsumsi listrik, terutama menjelang sahur dan berbuka puasa.
“PLN Nusantara Power berkomitmen menghadirkan listrik yang andal demi kenyamanan masyarakat. Dengan kesiapan personel, penerapan teknologi, serta sinergi yang kuat dengan para pemangku kepentingan, kami optimistis Ramadan dan Idulfitri 1447 H tetap terang benderang bagi seluruh umat Muslim di Indonesia,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).
Portofolio pembangkit PLN NP tersebar luas dari barat hingga timur Indonesia, menjadi tulang punggung keandalan sistem kelistrikan nasional, khususnya di luar Pulau Jawa.
Sejumlah unit strategis menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas pasokan listrik, antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun di Lhokseumawe, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Balikpapan, PLTU Pulang Pisau, serta PLTU Tidore.
Unit-unit ini berperan vital menjaga stabilitas pasokan listrik di wilayah luar Jawa yang memiliki tantangan sistem tersendiri.
Keandalan operasional juga diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital berbasis Nusantara InnoVision Center (NIC). Sistem ini memungkinkan pemantauan terintegrasi secara real-time, analisis dini potensi anomali, serta penguatan keamanan siber untuk memastikan respons cepat dan presisi terhadap potensi gangguan.
Selain penguatan teknologi, PLN NP meningkatkan patroli pengamanan aset, menjalankan pemeliharaan preventif dan prediktif pada peralatan kritikal, serta menyiagakan operator dan tim pemeliharaan selama 24 jam di seluruh unit pembangkit.
“Kami telah menyiapkan pasokan 14,1 GW untuk mendukung keandalan sistem menyambut Idulfitri dan pascahari raya. Seluruh personel operator dan pemeliharaan berjaga bergantian di unit pembangkit di berbagai daerah,” jelas Ruly.
Dalam periode siaga ini, PLN NP juga menyumbang 1.821 MW listrik hijau yang berasal dari pembangkit PLTA dan PLTS. Kontribusi energi bersih ini tidak hanya memperkuat sistem kelistrikan, tetapi juga menunjukkan komitmen perusahaan terhadap transisi energi berkelanjutan.
Koordinasi lintas pemangku kepentingan turut diperkuat, termasuk dengan unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian, serta masyarakat sekitar pembangkit guna memastikan aspek pengamanan operasional dan mitigasi risiko berjalan efektif.
Melalui langkah-langkah strategis tersebut, PLN Nusantara Power menegaskan perannya sebagai perusahaan pembangkitan yang andal, adaptif, dan siaga penuh, sehingga Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah dapat berlangsung lebih tenang, nyaman, dan terang bagi seluruh masyarakat Indonesia. (rmn)










