INDOPOSCO.ID – Pagi itu, suasana Town Hall PDC Tower terasa berbeda. Bukan sekadar ramai, tetapi dipenuhi energi penasaran dari para karyawan yang datang untuk menyelami topik yang sering dianggap sepele: kesehatan mental. Lewat Health Talk bertajuk “Healing, Growing, Performing: Grow Up Without Leaving Yourself Behind”, acara ini hadir sebagai ruang refleksi sekaligus eksplorasi diri.
Menghadirkan praktisi kesehatan mental Dedi Setiawan dari Kelas Kehidupan, diskusi ini membawa perspektif baru. Kesehatan mental tidak lagi dilihat hanya sebagai urusan emosi, melainkan bagian tak terpisahkan dari sistem biologis tubuh terutama cara kerja otak yang memengaruhi perilaku sehari-hari.
Dedi mengungkapkan bahwa luka lama dan tekanan berkepanjangan bukan sekadar kenangan psikologis. Keduanya dapat mengganggu corpus callosum jalur saraf penting yang menjembatani fungsi logika dan emosi. Ketika tubuh terus berada dalam kondisi siaga, hormon kortisol meningkat drastis dan memicu berbagai gangguan, mulai dari metabolisme hingga keluhan fisik seperti otot tegang dan masalah pencernaan.
Tak berhenti pada teori, peserta diajak menyelami sisi terdalam diri melalui pengenalan empat luka masa kecil: abandonment, neglect, guilty, dan trust wound. Luka-luka ini sering kali tanpa sadar membentuk cara seseorang merespons konflik, tekanan, hingga hubungan profesional di tempat kerja.
Pendekatan DISC Dominance, Influence, Steadiness, Compliance juga menjadi alat bantu untuk membaca karakter diri dan orang lain. Dengan pemahaman ini, para perwira PDC didorong untuk merespons tekanan kerja secara lebih adaptif dan membangun komunikasi yang lebih sehat.
Plt. Direktur Utama PDC, Fitra Adriza, menegaskan pentingnya isu ini dalam sambutannya. “Perwira PDC yang sehat secara mental lebih mampu mengambil keputusan tepat, bekerja optimal dan memimpin tim dengan bijak. Investasi pada kesejahteraan mental karyawan adalah investasi bagi masa depan perusahaan,” kata Fitra dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).
Sebagai langkah konkret, Dedi membagikan strategi sederhana namun efektif, mulai dari menjaga asupan nutrisi otak, teknik pernapasan untuk menenangkan sistem saraf, hingga praktik journaling dan meditasi sebagai sarana regulasi emosi sebelum menjalani terapi lebih lanjut.
Tak hanya berbagi wawasan, acara ini juga menghadirkan layanan kesehatan langsung. Mulai dari pemeriksaan fisik, suntik vitamin C bagi peserta tercepat, hingga sesi konsultasi eksklusif bersama psikolog, menjadikan kegiatan ini bukan hanya informatif tetapi juga aplikatif.
Melalui inisiatif ini, PDC menunjukkan komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga manusiawi tempat di mana setiap individu bisa bertumbuh tanpa harus mengorbankan kesejahteraan dirinya sendiri. (her)










