INDOPOSCO.ID – Penerapan skema rekayasa lalu lintas one way dan contraflow pada arus mudik Lebaran 2026 menuai respons beragam dari para pemudik rute Jakarta-Bandung. Meski menimbulkan dinamika di lapangan, kebijakan itu dinilai efektif memperlancar laju kendaraan.
Salah satu pemudik rute Jakarta–Bandung Rico (43) mengatakan, bahwa contraflow memberikan dampak positif dalam mengurai kepadatan kendaraan.
“Adanya contraflow tersebut arus yang tadinya full bisa berkurang dari situasi yang saya lihat sebelumnya. Dari KM 20 sampai berapa itu padat banget, ketika dari KM 30 adanya contraflow, akhirnya bisa sedikit demi sedikit terurai kepadatan,” kata Rico kepada wartawan di Tol Japek, Minggu (22/3/2026).
Menurutnya, pengelolaan lalu lintas kini jauh lebih maju berkat dukungan teknologi drone hingga helikopter yang berfungsi memantau situasi di lapangan secara seketika.
“Lebih modern, ditambah dengan adanya drone dan helikopter yang memantau titik kepadatan yang akhirnya bisa sesegera mungkin anggota untuk datang ke titik kepadatan tersebut,” tutur Rico.
Sementara itu, pemudik lain bernama Abel (50) yang juga melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Bandung menilai rekayasa lalu lintas sangat membantu dalam mengelola arus kendaraan. “Rekayasa lalu lintas ini sangat membantu perjalanan mudik,” ucap Abel dalam kesempatan yang sama.
Selain rekayasa lalu lintas, keberadaan pos pelayanan turut dirasakan manfaatnya oleh para pemudik. Fasilitas tersebut dinilai mampu memberikan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat selama perjalanan.
“Pasti membantu buat masyarakat yang mau mudik ke Jawa terlebih khusus, terutama orang-orang yang mau mudik lain, karena kan pasti kalau udah ada pos pengamanan lebih cepat tanggap,” jelas Abel.
“Terima kasih Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran dan Kapolri dan seluruh jajaran yang bertugas untuk mengamankan lebaran tahun 2026 ini,” tambahnya. (dan)









