Berbicara kepada media Jepang Kyodo News, Araghchi menyebutkan bahwa akses lintas selat masih tersedia bagi negara-negara lain yang ingin melintas.
“Bagi negara-negara lain, kapal-kapal dapat melintasi selat ini,” ujarnya.
Pihaknya menyatakan kesiapannya untuk memberikan jalur aman bagi kapal-kapal yang melintas, dengan syarat adanya koordinasi mengenai pengaturan rute perlintasan.
“Kami siap memberikan mereka jalur aman jika ada kontak. Yang perlu mereka lakukan hanyalah menghubungi kami untuk membahas bagaimana rute ini akan dijalankan,” imbuh Araghchi.
Militer Iran menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka bagi navigasi internasional di tengah ketegangan Timur Tengah, namun memperingatkan kapal-kapal milik Amerika Serikat dan Israel akan menjadi target serangan jika memasuki wilayah tersebut.
Juru bicara militer Iran sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya tidak berencana menutup rute maritim vital tersebut. Sementara penurunan lalu lintas di sana murni disebabkan oleh risiko keamanan akibat perang yang tengah berlangsung.
“Kami tidak akan menghalangi kapal mana pun yang ingin melintasi Selat Hormuz, tetapi tanggung jawab atas keamanannya ada pada kapal itu sendiri,” jelas juru bicara militer Iran seperti dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (7/3/2026). (dan)









