INDOPOSCO.ID – Ribuan jemaah Muhammadiyah memadati berbagai penjuru Jakarta untuk melaksanakan salat Id dengan khidmat, Jumat (20/3/2026). Saf demi saf terbentang rapi di lapangan terbuka, menciptakan suasana ibadah yang penuh kekhusyukan dan ketertiban.
Salah satu jemaah Muhammadiyah, Faqih Chaniago (36) melaksanakan salat Id di Lapangan Sepak Bola Wijaya Kusuma, Kemanggisan, Jakarta Barat. Ia bergabung dengan barisan jemaah yang telah memadati area tersebut sejak fajar menyingsing.
“Berangkat jam 06.00 (WIB). Salat Id di Lapangan Wijaya Kusuma,” kata Faqih di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat, Jumat (20/3/2026).
Dalam pelaksanaan salat Id tersebut, sang khotib disebutkan memaparkan bahwa kepergian bulan Ramadan merupakan momen penuh kesedihan bagi umat Muslim karena kehilangan bulan yang penuh berkah.
“Isi ceramahnya soal ditinggal bulan Ramadan. Kita sedih, tapi Alhamdulillah puasanya lancar,” ucap Faqih.
Jemaah Muhammadiyah lainnya, Putu Mahendra (39), melaksanakan salat Id di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Ia mengaku sengaja memilih lokasi tersebut karena aksesnya yang dekat dengan kediaman serta pengaturan saf yang dinilai sangat tertib.
“Lokasi (salat Id) tidak jauh dari rumah. Di sini lapangan terbuka, jadi menampung banyak jemaah Muhammadiyah,” tutur Putu Mahendra terpisah saat dikonfirmasi melalui gawai.
Di samping itu, perbedaan waktu lebaran tahun ini tidak mengurangi esensi ibadah dan justru mempererat toleransi antarumat beragama di lingkungannya. “Kita bisa salat Id dengan khidmat. Kalau perbedaan waktu Lebaran itu hal biasa, paling penting semuanya rukun,” timpal Putu.
Jemaah Muhamadiyah yang lainnya, Zemiko (33), merasa bersyukur bisa kembali melaksanakan salat Id di Masjid Al-Falah, Benhil, Jakarta Pusat dengan saf sangat rapat dan ramai. “(Jemaah) meluber. Tadi jam 07.00 (WIB) sudah salat Id,” ucap Zemiko terpisah di kawasan Benhil, Jakarta Pusat.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026. Tokoh Muhammadiyah Oman Fathurohman menyatakan, penetapan itu didasarkan pada penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang bertumpu pada metode hisab (perhitungan astronomi).
“Untuk Muhammadiyah jelas. Dengan KHGT, 1 Syawal itu Jumat, 20 Maret 2026,” terang Oman Fathurohman terpisah dalam laman resmi Muhammadiyah. (dan)








