INDOPOSCO.ID – Upaya mengatasi darurat sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional kian dipercepat. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Indonesia resmi membuka gelombang kedua pendaftaran Daftar Penyedia Terverifikasi (DPT) bagi calon mitra proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), membuka peluang lebih luas bagi investor dan penyedia teknologi global.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek Waste-to-Energy (WtE) di Indonesia makin strategis, tidak hanya sebagai solusi lingkungan, tetapi juga sebagai sumber energi alternatif berkelanjutan.
Melalui PT Danantara Investment Management (DIM), program ini melanjutkan proses seleksi sebelumnya yang telah menjaring minat mitra di sejumlah wilayah seperti Bekasi, Denpasar Raya, Bogor Raya, dan Yogyakarta.
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional, termasuk Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang pengolahan sampah perkotaan menjadi energi dengan teknologi ramah lingkungan.
Dalam skema ini, Danantara membuka kesempatan bagi badan usaha nasional maupun internasional yang memiliki pengalaman dan kapabilitas di bidang PSEL untuk mengikuti proses prakualifikasi. Perusahaan yang lolos akan masuk dalam DPT dan berpeluang terlibat dalam pengembangan proyek pada tahap berikutnya.
Director of Investment PT Danantara Investment Management, Fadli Rahman, mengatakan pembukaan kembali pendaftaran ini bertujuan memperluas pilihan teknologi sekaligus membuka akses pendanaan yang lebih beragam.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperluas partisipasi perusahaan nasional maupun global dalam pengembangan infrastruktur pengolahan sampah modern di Indonesia,” ujar Fadli dalam keterangannya, dikutip Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, antusiasme investor internasional pada gelombang pertama menjadi indikator kuat bahwa sektor ini memiliki daya tarik tinggi, baik dari sisi bisnis maupun dampak lingkungan.
Tak hanya itu, pembentukan DPT juga dirancang untuk memastikan proyek PSEL berjalan dengan standar tinggi—mulai dari pemilihan teknologi, tata kelola, hingga keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.
Program ini sekaligus menegaskan komitmen Danantara Indonesia dalam mendukung agenda nasional penanganan sampah dan transisi menuju energi hijau.
Ke depan, Danantara akan terus mendorong kolaborasi lintas sector mulai dari pemerintah, investor, hingga pelaku industry untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah berbasis teknologi modern di berbagai daerah.
Dengan pendekatan investasi strategis dan seleksi profesional, proyek Waste-to-Energy diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas persoalan sampah perkotaan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru dan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. (rmn)










