INDOPOSCO.ID – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan, bahwa KAI menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir secara bertahap sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) dan simpul intermoda utama di pusat Jakarta.
“Pengembangan Stasiun Gambir diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan lahan melalui penataan zona komersial dan ruang publik multifungsi, integrasi kawasan stasiun dengan pusat kegiatan di kawasan Medan Merdeka,” ungkap Bobby dalam keterangan, Rabu (18/3/2026).
Dari sisi konektivitas, menurutnya, Stasiun Gambir akan diperkuat sebagai hub transportasi terpadu yang menghubungkan Kereta Api Jarak Jauh, Commuter Line, MRT Jakarta, serta layanan bus secara lebih mulus.
Penataan kawasan, lanjutnya, juga diarahkan agar terintegrasi dengan ruang publik dan taman kota di kawasan Medan Merdeka, termasuk area Monumen Nasional.
Ia menjelaskan, penataan ruang luar gedung kawasan turut dirancang dengan menghadirkan elemen vegetasi pada ruang antarbangunan hingga area rooftop. “Langkah ini diharapkan menciptakan lingkungan yang lebih teduh, humanis, dan nyaman di tengah kawasan pusat kota yang dinamis,” terangnya.
Urgensi pengembangan tersebut semakin terlihat pada masa Angkutan Lebaran 2026. Selama periode 11 Maret sampai 1 April 2026, Stasiun Gambir tercatat menjadi salah satu stasiun favorit masyarakat, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.
“Hingga saat ini, jumlah pelanggan yang telah dan akan berangkat dari Stasiun Gambir mencapai 214.060 pelanggan,” bebernya.
“Ini menempatkannya dalam 2 besar stasiun keberangkatan tertinggi. Sementara itu, volume pelanggan turun mencapai 186.858 pelanggan,” sambungnya. (nas)










