INDOPOSCO.ID – Senyum Alfi (10) tak bisa disembunyikan saat memeluk tas sekolah barunya erat-erat. Bagi siswa kelas 4 Sekolah Dasar (SD) Negeri 10 Minas Timur itu, benda sederhana tersebut bukan sekadar perlengkapan sekolah, melainkan simbol harapan baru.
“Dulu aku nggak punya tempat pensil, jadi pensil sama penghapusnya cuma dimasukin ke tas aja. Sekarang aku sudah punya tempat pensil sendiri,” ujarnya polos, Senin (10/3/2026).
Pagi itu, suasana sekolah terasa berbeda. Matahari belum tinggi, tetapi kehangatan sudah menyelimuti halaman SD Negeri 10 Minas Timur. Ratusan siswa tampak antusias setelah menerima paket perlengkapan sekolah dan alat tulis yang dibagikan dalam rangka peringatan HUT ke-1 Danantara.
Bantuan tersebut disalurkan oleh PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan di sekitar wilayah operasi di Riau.
Kepala Sekolah SDN 10 Minas Timur, Herlina Sari, menilai bantuan ini bukan hanya membantu secara materi, tetapi juga berdampak besar pada kondisi psikologis siswa. “Kami melihat langsung perubahan semangat anak-anak hari ini. Hal kecil, tapi dampaknya besar bagi kepercayaan diri mereka di kelas,” ujarnya haru.
Suasana semakin meriah ketika para perwira Pertamina berbaur dengan murid-murid. Mereka mengajak anak-anak bermain kuis edukatif, tebak-tebakan pengetahuan umum, hingga matematika sederhana. Gelak tawa dan sorak-sorai memenuhi halaman sekolah, menciptakan momen kebersamaan yang hangat.
Keceriaan serupa juga terasa di SMPN 1 Minas. Secara keseluruhan, Pertamina menyalurkan 3.000 paket perlengkapan sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu di sekitar Wilayah Kerja (WK) Rokan. Program ini turut menyasar empat yayasan yatim piatu, bertepatan dengan rangkaian Safari Ramadan bersama jajaran Komisaris dan Direksi Pertamina di Gedung RCC Rumbai.
Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, berharap bantuan tersebut dapat menjadi pemantik semangat belajar anak-anak. “Dengan tas baru di pundak dan alat tulis di tangan, murid dan siswa diharapkan mampu membakar semangat mereka untuk menggapai cita-cita,” katanya.
Di tengah keterbatasan, perhatian kecil seperti ini menjadi energi besar bagi generasi muda. Tas baru mungkin sederhana, tetapi bagi anak-anak Minas, ia membawa rasa percaya diri, kebahagiaan, sekaligus keyakinan bahwa masa depan mereka layak diperjuangkan. (srv)








