• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

BPJS Watch Usul Pengaktifan Otomatis Peserta PBI JKN Saat Libur dan Mudik

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 16 Maret 2026 - 18:15
in Nasional
Ilustrasi BPJS Kesehatan. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Ilustrasi BPJS Kesehatan. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – BPJS Watch menyoroti persoalan penonaktifan sekitar 11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dinilai menyulitkan masyarakat miskin dan tidak mampu untuk mengakses layanan kesehatan. Pengaktifan otomatis kepesertaan di fasilitas kesehatan (faskes) diusulkan sebagai solusi, terutama menjelang masa libur dan mudik Idulfitri.

Koordinator Bidang Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, mengatakan hingga kini belum ada solusi sistemik yang menjamin masyarakat miskin tetap memperoleh layanan kesehatan dengan penjaminan JKN setelah kepesertaan PBI mereka dinonaktifkan oleh Kementerian Sosial.

BacaJuga:

IPH Sejumlah Komoditas Naik, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Jaga Stabilitas Harga Acuan

Gaya Bicara Seskab Teddy Tanpa Jargon Jadi Sorotan, Pengamat Beri Catatan

Mendiktisaintek Dorong PTS Makin Berdampak, Mulai dari Beasiswa hingga Transfer Dosen

Menurut Timboel, pihaknya sebelumnya telah mengusulkan agar peserta PBI yang dinonaktifkan dapat langsung diaktifkan kembali saat membutuhkan layanan kesehatan di fasilitas kesehatan. Namun, usulan tersebut belum disetujui sehingga masyarakat harus mengajukan permohonan pengaktifan ke dinas sosial terlebih dahulu.

“Prosesnya tidak instan karena harus melalui verifikasi dan validasi data. Akibatnya, masyarakat miskin yang membutuhkan layanan kesehatan harus menunggu beberapa hari hingga status kepesertaannya aktif kembali,” ujar Timboel melalui gawai, Senin (16/3/2026).

Ia mencontohkan kasus seorang warga miskin di Jakarta Barat yang baru mengetahui status kepesertaan PBI JKN-nya tidak aktif ketika hendak berobat di puskesmas. Pihak puskesmas kemudian meminta yang bersangkutan mengurus pengaktifan kembali ke dinas sosial.

Menurut Timboel, kondisi tersebut menimbulkan kebingungan karena kepesertaan PBI JKN istrinya yang berada dalam satu Kartu Keluarga justru masih aktif. Hal itu dinilai menunjukkan adanya persoalan dalam proses pendataan yang tidak sepenuhnya dilakukan melalui survei langsung ke rumah tangga.

Warga tersebut sempat mengajukan permohonan pengaktifan ke dinas sosial, namun harus menunggu proses persetujuan. Padahal, ia membutuhkan pemeriksaan di poli jantung dan telah menunggu selama sekitar satu bulan.

Setelah kasus tersebut dilaporkan ke BPJS Watch, pihaknya berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan dan dinas sosial sehingga kepesertaan PBI JKN warga tersebut akhirnya dapat diaktifkan kembali. Namun, sebagai konsekuensi, kepesertaan istrinya justru dinonaktifkan.

Timboel menilai kebijakan tersebut tidak sejalan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang menyatakan bahwa kepesertaan PBI JKN bagi masyarakat miskin tidak didasarkan pada kondisi sakit atau tidak sakit.

Ia juga menilai kebijakan pengaktifan dan penonaktifan bergantian tersebut kemungkinan dipengaruhi keterbatasan anggaran PBI JKN dalam APBN yang saat ini dialokasikan untuk sekitar 96,8 juta peserta dengan total anggaran Rp48,7 triliun.

Untuk daerah seperti DKI Jakarta, Timboel menyarankan agar pemerintah daerah dapat mengambil alih kepesertaan warga yang dinonaktifkan melalui skema pembiayaan daerah, misalnya melalui program Kartu Jakarta Sehat (KJS).

Menjelang masa libur panjang dan arus mudik Idulfitri, Timboel menilai proses birokrasi pengaktifan kepesertaan berpotensi semakin menyulitkan masyarakat miskin yang membutuhkan layanan kesehatan. Hal ini karena proses administrasi di dinas sosial dapat terhambat selama masa cuti bersama.

Karena itu, BPJS Watch meminta Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, dan BPJS Kesehatan menyepakati mekanisme pengaktifan otomatis peserta PBI JKN yang sedang membutuhkan layanan kesehatan langsung di fasilitas kesehatan.

Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk mengaktifkan kembali peserta PBPU Pemda yang dinonaktifkan ketika mereka membutuhkan layanan kesehatan.

“Dengan mekanisme tersebut, masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan dengan penjaminan JKN secara cepat, terutama saat masa libur dan mudik,” ujar Timboel. (nas)

Tags: BPJSkesehatan

Berita Terkait.

Tomsi
Nasional

IPH Sejumlah Komoditas Naik, Sekjen Kemendagri Minta Pemda Jaga Stabilitas Harga Acuan

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:04
Seskab
Nasional

Gaya Bicara Seskab Teddy Tanpa Jargon Jadi Sorotan, Pengamat Beri Catatan

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:22
brian
Nasional

Mendiktisaintek Dorong PTS Makin Berdampak, Mulai dari Beasiswa hingga Transfer Dosen

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:27
siswa
Nasional

PPPK Dialihkan ke Pusat, BPJS Watch: Kesejahteraan Guru Jangan Ikut Terpinggirkan

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:06
ibsw
Nasional

IBSW Nilai Langkah Prabowo Hadapi Karhutla Sudah Tepat dan Terukur

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:15
ariston
Nasional

Ariston Indonesia Tebar Kehangatan di Empat Panti Asuhan Lewat Program “Caring Brings Comfort”

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:49

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.