INDOPOSCO.ID – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) memprediksi gelombang kepulangan pekerja migran pada Lebaran Idulfitri 2026 akan meningkat signifikan. Selain faktor tradisi, ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga memicu pekerja memilih pulang ke Indonesia.
“Dengan dinamika yang terjadi di Timur Tengah, kemungkinan lonjakan jumlah pekerja migran yang pulang bisa saja terjadi,” kata Direktur Layanan Pengaduan, Mediasi, dan Advokasi pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum KP2MI Mangiring Hasoloan Sinaga di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dikutip Sabtu (14/3/2026).
Meski demikian, pihaknya belum mengantongi angka pasti pekerja migran yang bakal pulang saat musim mudik tahun ini karena hal tersebut merupakan tanggung jawab Direktorat Kepulangan dan Rehabilitasi Kementerian P2MI.
“Untuk prediksi jumlahnya biasanya dikoordinasikan dengan teman-teman di Direktorat Pemulangan. Saat ini kita belum bisa memastikan angkanya,” ujar Mangiring Hasoloan Sinaga.
Ia mengungkapkan bahwa selama ini mayoritas pekerja migran yang pulang saat mudik berasal dari negara-negara dengan basis penempatan besar. Pada periode mudik Lebaran tahun lalu tercatat sekitar 14 ribu pekerja migran kembali ke Indonesia.
“Biasanya yang paling banyak berasal dari Malaysia, kemudian Singapura, serta beberapa negara di kawasan Timur Tengah,” ungkap Mangiring.
Di samping itu, pihaknya telah menyiagakan layanan di berbagai titik kedatangan untuk menyambut arus kepulangan pekerja migran Indonesia menjelang periode mudik Lebaran tahun 2026.
Petugas telah disiagakan di sejumlah lokasi strategis seperti halte layanan pekerja migran Indonesia, lounge pekerja migran di bandara, pelabuhan internasional, hingga pos lintas batas negara.
“Pelayanan kita di lounge bandara, pelabuhan internasional, hingga pos lintas batas sudah kami siagakan. Ini arahan langsung dari Pak Menteri P2MI agar pelayanan kepada pekerja migran yang pulang ke Tanah Air dapat berjalan optimal,” imbuh Mangiring. (dan)











