INDOPOSCO.ID – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/CAPEX) sebesar USD353 juta pada 2026 untuk memperkuat pengembangan infrastruktur gas bumi nasional.
Investasi tersebut meningkat sekitar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan diarahkan untuk memperluas jaringan gas terintegrasi sekaligus memperkuat peran gas bumi sebagai energi transisi menuju sistem energi yang lebih bersih.
Sebagai Subholding Gas dari PT Pertamina (Persero), PGN memfokuskan strategi 2026 pada penguatan operasional, konsolidasi portofolio bisnis, serta ekspansi usaha bernilai tambah secara selektif.
Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, mengatakan arah strategis perusahaan ke depan tetap menitikberatkan pada pertumbuhan yang terintegrasi, kredibel, dan berkelanjutan.
“Arah strategis PGN pada tahun 2026 difokuskan pada penguatan operasional, konsolidasi portofolio bisnis, serta ekspansi bisnis bernilai tambah secara selektif. Seluruhnya diimbangi dengan strategi keuangan yang disiplin serta komitmen penuh terhadap penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di setiap lini,” ujar Arief, dalam keternannya dikutip Rabu (11/3/2026).
Dari total investasi tersebut, sekitar USD219 juta dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur transmisi dan distribusi gas bumi. Dana ini digunakan untuk memperluas jaringan pipa gas serta pengembangan infrastruktur beyond pipeline seperti Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG).
Beberapa proyek prioritas yang akan dikerjakan PGN meliputi perluasan jaringan gas rumah tangga (jargas) di wilayah Sumatera dan Jawa, program customer attachment, pembangunan Pipa Tegal–Cilacap, perpanjangan Pipa Sei Mangkei, serta pengembangan terminal regasifikasi di Jawa Timur.
Selain pengembangan infrastruktur, PGN juga mulai memperkuat portofolio bisnis rendah karbon sebagai mesin pertumbuhan jangka panjang, salah satunya melalui pengembangan biomethane.
Sementara itu, pada sektor hulu, PGN mengalokasikan CAPEX sebesar USD134 juta untuk meningkatkan kinerja eksplorasi dan produksi migas. Investasi tersebut akan digunakan untuk kegiatan pengeboran di Wilayah Kerja (WK) Pangkah, Ketapang, dan Fasken, serta pelaksanaan survei dan pemrosesan seismik 3D.
Perusahaan juga tengah menyiapkan perpanjangan kontrak kerja sama (KKKS) di WK Pangkah guna menjaga keberlanjutan produksi dan pasokan gas.
Arief menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keberlanjutan tetap menjadi prioritas dalam setiap aktivitas operasional perusahaan.
“Untuk memastikan pencapaian target kinerja operasional, kami memperkuat aspek HSSE dengan target zero accident. Sementara untuk komitmen keberlanjutan, kami menargetkan pengurangan emisi sebesar 35 ribu ton CO2 ekuivalen,” ujarnya.
Dalam menghadapi dinamika pasar energi global, PGN juga terus memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan guna menjaga transparansi dan keselarasan terhadap prospek bisnis perusahaan.
Dengan strategi investasi yang terarah dan sinergi yang kuat bersama berbagai pihak, PGN optimistis mampu memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan. (srv)










