• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Konflik Dunia Memanas, Doli Kurnia Usul Indonesia Ambil Langkah Diplomatik Strategis

Dilianto - Editor Dilianto -
Rabu, 11 Maret 2026 - 12:40
in Internasional
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza di Donald J Trump Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). Foto: BPMI Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza di Donald J Trump Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). Foto: BPMI Sekretariat Presiden

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah meningkatnya konflik bersenjata di berbagai belahan dunia, Indonesia dinilai perlu mengambil peran lebih aktif dalam mendorong terciptanya perdamaian global. Seruan tersebut disampaikan Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, yang menilai situasi geopolitik dunia saat ini sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan.

Politikus Partai Golkar itu juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPR RI, Puan Maharani, atas pidatonya dalam Pembukaan Masa Sidang DPR pada Selasa (10/3/2026) yang menyinggung situasi konflik global serta menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

BacaJuga:

Di Hadapan 150 Negara dalam Sidang IPU, BKSAP DPR RI Tegas Sebut Israel Negara Parasit

Trump Klaim Bakal Angkut Uranium Iran, Teheran Beri Jawaban Menohok

13 ABK Masih Tertahan, INFISA Tuntut Pemerintah Tuntaskan Repatriasi dari Baku

“Saya memberi apresiasi sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPR RI, Ibu Puan Maharani, yang dalam pidato pembukaan masa sidang menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta menyuarakan keprihatinan atas krisis perang yang terjadi saat ini,” kata Doli.

Menurutnya, dalam empat tahun terakhir dunia menghadapi eskalasi konflik yang semakin luas dan berbahaya. Ia menilai berbagai peperangan yang terjadi saat ini bukan hanya konflik regional, tetapi telah berdampak pada stabilitas global, termasuk terhadap kondisi ekonomi dunia.

“Kita semua tahu bahwa dalam empat tahun terakhir ini konflik dan perang terus berlangsung di berbagai belahan dunia, bahkan semakin eskalatif. Mulai dari perang Rusia-Ukraina, agresi militer Israel di Gaza, invasi Amerika Serikat terhadap Venezuela, hingga perang antara AS-Israel melawan Iran, serta serangan Israel ke Lebanon yang bahkan mulai meluas ke Jazirah Arab,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa konflik tersebut bukan hanya memicu tragedi kemanusiaan, tetapi juga mulai memicu krisis ekonomi global yang turut dirasakan berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Situasi ini tentu meresahkan seluruh umat manusia di dunia, termasuk kita di Indonesia. Konflik tersebut bahkan sudah mulai menimbulkan krisis ekonomi dunia,” jelas Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu.

Doli menilai Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memperjuangkan perdamaian dunia. Hal itu, menurutnya, sejalan dengan sejarah dan prinsip politik luar negeri Indonesia yang selama ini dikenal aktif memperjuangkan perdamaian global.

“Indonesia selama ini dikenal dunia sebagai negara yang anti-penjajahan dan senantiasa memperjuangkan perdamaian. Kita juga dihormati karena menjadi salah satu pelopor Gerakan Non-Blok, serta menjalankan kebijakan luar negeri bebas dan aktif,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa sikap tersebut sejalan dengan cita-cita bangsa yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

“Di dalam Mukaddimah UUD 1945 jelas disebutkan bahwa penjajahan harus dihapuskan di muka bumi dan Indonesia harus ikut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” tutur Doli.

Karena itu, Doli menilai DPR tidak bisa hanya menyampaikan keprihatinan, tetapi perlu mengambil langkah politik yang lebih tegas. Ia mendorong agar DPR menyampaikan sikap resmi institusi untuk memberikan dukungan penuh kepada pemerintah dalam upaya menghentikan perang.

“Saatnya DPR berbicara lebih tegas dan konkret dengan menyatakan pendapat sebagai sikap resmi institusi DPR, guna memberikan dukungan moral dan politik sepenuhnya kepada pemerintah, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam mengakhiri perang,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan beberapa langkah konkret yang dapat ditempuh Indonesia. Salah satunya adalah mendorong kembali pertemuan seluruh anggota Board of Peace (BoP) untuk merumuskan langkah nyata dalam menghentikan konflik bersenjata.

“Pertama, dimulai dengan meminta diadakannya kembali pertemuan seluruh anggota Board of Peace untuk merumuskan ulang niat, konsep, sikap, dan tindakan dalam mengimplementasikan perdamaian secara nyata, termasuk menghentikan setiap agresi militer atau bentuk penjajahan apa pun,” kata Doli.

Namun ia menegaskan, jika forum tersebut tidak menunjukkan komitmen nyata terhadap perdamaian, Indonesia harus mempertimbangkan langkah tegas.

“Kedua, jika pertemuan itu tidak kunjung dilakukan dan tidak ada itikad baik dari negara-negara yang tergabung dalam BoP untuk benar-benar menjaga perdamaian, maka saya kira Indonesia sebaiknya segera mengundurkan diri dari BoP,” tegasnya.

Lebih jauh, Doli juga mendorong Indonesia mengambil inisiatif diplomasi global dengan menggandeng berbagai negara dan berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Indonesia harus segera mengambil inisiatif langkah diplomatik dengan menggalang dukungan negara-negara di seluruh dunia dan berkoordinasi dengan PBB untuk mengakhiri perang,” ucap Doli.

Menurutnya, perjuangan menghentikan perang tidak boleh dilihat dari sudut pandang agama atau kepentingan politik semata, tetapi harus ditempatkan sebagai perjuangan kemanusiaan.

“Ini semua soal kemanusiaan, bukan soal agama atau keyakinan. Kita semua umat manusia harus bersatu melawan perang, pembunuhan, dan penjajahan,” tambahnya.

Di tengah dunia yang semakin terbelah oleh konflik dan rivalitas geopolitik, seruan tersebut menjadi pengingat bahwa diplomasi dan solidaritas global masih menjadi harapan utama untuk menjaga masa depan perdamaian umat manusia. (her)

Tags: ahmad doli kurnia tandjungBalegDPR RI

Berita Terkait.

Di Hadapan 150 Negara dalam Sidang IPU, BKSAP DPR RI Tegas Sebut Israel Negara Parasit
Internasional

Di Hadapan 150 Negara dalam Sidang IPU, BKSAP DPR RI Tegas Sebut Israel Negara Parasit

Minggu, 19 April 2026 - 00:35
nuklir
Internasional

Trump Klaim Bakal Angkut Uranium Iran, Teheran Beri Jawaban Menohok

Sabtu, 18 April 2026 - 13:27
ABK
Internasional

13 ABK Masih Tertahan, INFISA Tuntut Pemerintah Tuntaskan Repatriasi dari Baku

Jumat, 17 April 2026 - 18:01
Lebanon Memanas, Kemlu Siapkan Langkah Darurat Lindungi 934 WNI
Internasional

Lebanon Memanas, Kemlu Siapkan Langkah Darurat Lindungi 934 WNI

Jumat, 17 April 2026 - 13:03
Nuklir
Internasional

Iran Ancam Tenggelamkan Kapal Perang AS Jika Blokade Selat Hormuz Berlanjut

Kamis, 16 April 2026 - 12:01
Gagal di Pakistan, Trump Beri Sinyal Negosiasi Kembali dengan Iran
Internasional

Gagal di Pakistan, Trump Beri Sinyal Negosiasi Kembali dengan Iran

Rabu, 15 April 2026 - 12:36

BERITA POPULER

  • Halalbihalal

    Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    907 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    761 shares
    Share 304 Tweet 190
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    765 shares
    Share 306 Tweet 191
  • ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2527 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    726 shares
    Share 290 Tweet 182
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.