INDOPOSCO.ID – Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap berbagai tawaran bisnis yang mengatasnamakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menegaskan masyarakat tidak boleh mudah percaya jika ada pihak yang menawarkan peluang bisnis atau keterlibatan dalam program tersebut dengan meminta imbalan uang atau biaya tertentu.
“Untuk masyarakat agar selalu cermat dan hati-hati dengan berbagai tawaran bisnis apa pun, termasuk tawaran terlibat dalam Program MBG,” kata Dadan saat dihubungi di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Modus Jual Beli “Titik Dapur MBG”
BGN menemukan sejumlah modus penipuan yang mengatasnamakan program prioritas pemerintah tersebut. Salah satu yang paling marak adalah tawaran jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang diklaim bisa memberikan keuntungan besar.
Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya mengungkapkan bahwa ada oknum yang menawarkan titik dapur MBG dengan harga hingga Rp200 juta.
“Sekarang sistemnya sudah ditutup. Waspadai orang yang mengatakan masih bisa daftar karena bisa kita drop langsung. Saya pernah menerima video orang yang menyebarkan informasi titik jual beli itu Rp200 juta,” ujar Sony.
Menurutnya, pihak BGN akan langsung menindak akun atau pihak yang terbukti menyebarkan penawaran tersebut.
Pelaku Penipuan Akan Diproses Hukum
Dadan menegaskan siapa pun yang terbukti melakukan penipuan dengan mengatasnamakan Program MBG akan dilaporkan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Jika orangnya jelas dan alamatnya diketahui, maka akan diproses sesuai prosedur. Jika terbukti penipuan, tentu dilaporkan secara hukum,” katanya.
BGN juga meminta masyarakat yang menemukan indikasi penipuan untuk segera melapor melalui call center 127 atau layanan Sentra Aduan Gizi Interaktif (SAGI).
Layanan tersebut disediakan untuk menerima kritik, saran, maupun aduan terkait pelaksanaan Program MBG agar tata kelolanya semakin baik.
Kasus Penipuan Sudah Muncul di Bekasi
Salah satu kasus terbaru terjadi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Seorang perempuan di kawasan Perumahan Pondok Permata, Kecamatan Babelan, diduga melakukan penipuan dengan mengiming-imingi pembukaan dapur MBG dengan keuntungan besar.
Korban disebut telah menyetorkan uang hingga puluhan juta rupiah kepada pelaku. BGN pun kembali menegaskan bahwa masyarakat harus memastikan informasi resmi hanya berasal dari kanal resmi pemerintah agar tidak menjadi korban penipuan. (dam)




















