INDOPOSCO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengerahkan 1.200 unit pompa pengendali banjir sebagai upaya gerak cepat untuk menangani genangan dan banjir setelah hujan deras mengguyur Jakarta sejak Sabtu (7/3/2026) malam hingga Minggu.
“Sejak semalam saya sudah berkoordinasi dengan jajaran, terutama Dinas Sumber Daya Air. Bahkan di beberapa titik pemompaan sudah dilakukan sejak malam,” kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Pram menjelaskan telah mengerahkan sekitar 1.200 unit pompa pengendali banjir yang terdiri dari 668 unit pompa stasioner di 243 lokasi dan 536 unit pompa mobile yang ditempatkan di berbagai lokasi rawan banjir.
“Penyedotan air terus dilakukan, antara lain di kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, serta sejumlah ruas jalan utama lainnya,” katanya.
Ia juga menambahkan curah hujan di Jakarta dan sekitarnya tergolong sangat tinggi. Dalam satu hari, intensitas hujan tercatat mencapai 264 milimeter, jauh di atas rata-rata curah hujan harian.
“Hari ini di Jakarta dan sekitarnya, curah hujan mencapai 264 milimeter per hari. Itu termasuk curah hujan yang sangat tinggi,” ucapnya.
Pramono juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti informasi resmi terkait kondisi cuaca serta potensi genangan di wilayah masing-masing.
Dalam jangka menengah, Pemprov DKI terus memperkuat pengendalian banjir melalui program normalisasi sungai. Saat ini normalisasi dilakukan di tiga sungai utama, yakni Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut.
“Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan rampung pada 2027 dan diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di sejumlah kawasan Jakarta secara signifikan,” ucapnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga pukul 17.00 WIB, banjir tercatat merendam 74 rukun tetangga (RT) dan menggenangi 15 ruas jalan di sejumlah wilayah Jakarta. Ketinggian air bervariasi, mulai sekitar 15 sentimeter hingga 1,2 meter di beberapa titik. (ney)




















