INDOPOSCO.ID – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, menekankan pentingnya pengawalan distribusi program MBG 3B bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD di Kalimantan Barat. Hal tersebut disampaikan saat kegiatan Konsolidasi Program Bangga Kencana di Pontianak pada Sabtu (07/03/2026).
Berdasarkan data Koordinator Wilayah SPPG Provinsi Kalimantan Barat, saat ini terdapat 60 dapur SPPG di Kota Pontianak yang telah memfasilitasi penyaluran MBG bagi sasaran 3B, dengan target penerima manfaat meliputi 1.910 ibu hamil, 3.718 ibu menyusui, dan 12.808 balita non PAUD. Program MBG 3B merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi kelompok rentan sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi masa depan. Ia menegaskan bahwa distribusi MBG harus dikawal dengan baik agar benar-benar sampai kepada penerima manfaat.
“Yang sudah berjalan harus terus kita kawal agar MBG 3B benar-benar sampai kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD sebagai penerima manfaat,” ujar Menteri Wihaji.
Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan program MBG memerlukan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar program dapat berjalan efektif hingga tingkat keluarga di daerah.
“Program ini membutuhkan kerja sama antara kementerian di pusat dan pemerintah daerah. Kita harus saling mendukung dan memperkuat satu sama lain. Pemerintah daerah merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014,” tambahnya.
Menteri Wihaji juga menegaskan bahwa program MBG 3B merupakan program yang memiliki kekhususan dalam menyasar kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD.
“Setelah kita mendistribusikan MBG, harapannya anak-anak kita tumbuh lebih baik. Di dunia ini ada banyak program MBG, tetapi yang secara khusus menyasar 3B bumil, busui, dan balita non PAUD hanya ada di Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa pelaksanaan program MBG di daerahnya berjalan baik. Saat ini Kota Pontianak telah memiliki 63 dapur yang melayani hampir 140 ribu porsi makanan setiap hari.
“Alhamdulillah saat ini sudah ada 63 dapur di Kota Pontianak yang melayani hampir 140 ribu porsi makanan setiap hari. Sementara ini yang kita pantau, program MBG berjalan baik,” ujarnya. (ney)









