INDOPOSCO.ID – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketegangan global.
Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah mempercepat program hilirisasi industri dan energi agar Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah serta mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
“Berbagai kebijakan tersebut diwujudkan melalui upaya hilirisasi energi dan industri serta swasembada pangan guna memperkuat kemandirian bangsa, sehingga Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri,” kata Sigit dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Fokus pada Hilirisasi Industri Strategis
Kapolri menjelaskan pemerintah menyiapkan sekitar 18 proyek hilirisasi besar di berbagai sektor strategis nasional.
Program tersebut mencakup pengembangan industri bauksit, baterai kendaraan listrik, otomotif, semikonduktor, hingga pengolahan berbagai komoditas penting lainnya yang berpotensi meningkatkan nilai ekonomi nasional.
Selain itu, pemerintah juga mengembangkan proyek waste to energy yang direncanakan tersebar di 34 wilayah di Indonesia.
Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi
Sigit mengatakan penguatan ekonomi nasional juga dilakukan melalui peningkatan produksi di sektor pangan, perikanan, serta industri makanan guna mendukung kemandirian nasional.
Di bidang energi, pemerintah berupaya meningkatkan lifting minyak melalui pembukaan sumur-sumur baru serta optimalisasi pengelolaan sumur tua. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.
Menurut Sigit, berbagai program tersebut diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Jaga Iklim Investasi Tetap Kondusif
Kapolri menambahkan stabilitas keamanan dan iklim investasi yang kondusif menjadi faktor penting agar program hilirisasi dan investasi dapat berjalan optimal.
Investasi yang masuk, baik melalui penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN), diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat struktur industri nasional.
Diplomasi Indonesia di Tengah Konflik Dunia
Terkait dinamika konflik global, Sigit menyampaikan pemerintah Indonesia terus menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan tetap menjaga posisi sebagai negara nonblok.
Melalui pendekatan tersebut, Indonesia berupaya memitigasi dampak konflik internasional sekaligus aktif mendorong perdamaian di berbagai kawasan.
Indonesia juga berperan dalam upaya diplomasi internasional, termasuk mendorong penyelesaian konflik Palestina–Israel serta ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat melalui forum Board of Peace (BoP) dengan pendekatan “Two State Solution.”
Langkah tersebut, kata Sigit, menjadi bagian dari upaya Indonesia menjaga stabilitas nasional sekaligus berkontribusi terhadap perdamaian dunia di tengah situasi global yang semakin kompleks. (dam)




















