INDOPOSCO.ID – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuduh Presiden Amerika Serikat Donald Trump salah menafsirkan pernyataan Presiden Iran Masoud Pezeshkian terkait upaya meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform media sosial X pada Sabtu (7/3/2026), Araghchi menegaskan bahwa Iran siap menghadapi Amerika Serikat jika Washington memilih jalur eskalasi konflik.
“Jika Trump menginginkan eskalasi, justru itulah yang telah lama dipersiapkan oleh Angkatan Bersenjata kami yang perkasa, dan itulah yang akan dia dapatkan,” tulis Araghchi.
Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab atas setiap peningkatan tindakan pembelaan diri Iran sepenuhnya berada di tangan pemerintahan Amerika Serikat.
Araghchi menjelaskan bahwa sebelumnya Presiden Pezeshkian telah menyampaikan bahwa Iran tidak berniat menyerang negara-negara tetangganya. Namun, Teheran memperingatkan akan merespons jika wilayah negara lain digunakan sebagai pangkalan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran. Presiden AS itu mengatakan bahwa serangan besar-besaran dapat dilancarkan terhadap Iran dan bahkan mengancam “penghancuran total” wilayah serta kelompok yang sebelumnya tidak dianggap sebagai target.
Ketegangan antara kedua negara kembali meningkat seiring meningkatnya retorika keras dari kedua pihak, yang memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. (dil)



















