INDOPOSCO.ID – Militer Iran menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka bagi navigasi internasional di tengah ketegangan Timur Tengah, namun memperingatkan kapal-kapal milik Amerika Serikat dan Israel akan menjadi target serangan jika memasuki wilayah tersebut.
Menurut laporan Al Jazeera, juru bicara militer menyatakan bahwa Iran tidak berencana menutup rute maritim vital tersebut. Sementara penurunan lalu lintas di sana murni disebabkan oleh risiko keamanan akibat perang yang tengah berlangsung.
“Kami tidak akan menghalangi kapal mana pun yang ingin melintasi Selat Hormuz, tetapi tanggung jawab atas keamanannya ada pada kapal itu sendiri,” kata juru bicara militer Iran seperti dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (7/3/2026).
Militer Iran mengancam akan menindak tegas kapal-kapal milik Amerika Serikat dan Israel yang mencoba melintasi salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia itu.
“Kami akan menargetkan kapal mana pun yang milik entitas Zionis (Israel) dan Amerika jika mencoba melintasi Selat Hormuz,” ujar militer Iran.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pernah mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada Selasa (3/3/2026). Langkah drastis di jalur air paling vital dunia itu mengancam stabilitas pasokan energi global karena memutus jalur distribusi seperlima konsumsi minyak bumi dunia.
“Harga minyak telah mencapai $81 dan dunia tentu menanti harganya mencapai setidaknya $200. Selat Hormuz ditutup,” jelas IRGC terpisah dalam tayangan televisi Iran seperti dilansir dari Al Jazeera, Selasa (3/3/2026).
“Pahlawan-pahlawan kami di Angkatan Laut dan Angkatan Darat Korps Garda Revolusi Islam akan membakar kapal-kapal yang ingin melintasi selat ini,” tambahnya.
Penutupan tersebut merupakan langkah yang diambil oleh Iran sebagai respons atas serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada Sabtu (28/2/2026). Gangguan Selat Hormuz dapat menyebabkan lonjakan harga energi, mengganggu pasokan, dan menekan harga BBM serta inflasi global. (dan)












