INDOPOSCO.ID – Produksi pangan Indonesia berada dalam bayang-bayang ganda. Pertama, eskalasi konflik di Timur Tengah. Kedua yakni ancaman El Nino yang diproyeksikan terjadi pada April 2026.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyatakan, kondisi pangan nasional saat ini berada pada posisi aman, meskipun situasi global tengah diliputi ketegangan dan adanya peringatan potensi kekeringan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Jadi ada dua kita hadapi, kondisi geopolitik memanas dan pengumuman BMKG ada kekeringan (El Nino), ini dua-dua harus kita jawab,” jelas Amran di Jakarta, dikutip Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, El Nino yang diproyeksikan muncul pada bulan April tidak lagi menjadi kekhawatiran besar karena Indonesia sudah teruji menghadapi El Nino yang lebih dahsyat sebelumnya.
“Kita ada pengalaman menghadapi El Nino yang paling keras, ini kan El Nino nanti bulan 4, El Nino kita hadapi yang paling dahsyat 2023, Alhamdulillah kita bisa lolos,” ujar Amran.
Kekuatan ketahanan pangan nasional saat ini ditopang oleh produksi dalam negeri yang terus berjalan, serta dukungan cadangan pangan yang tersebar di berbagai titik sepanjang rantai pasok nasional.
“Ke depan insyaAllah tahun ini mudah-mudahan tidak ada aral melintang, stok kita aman sampai 10 bulan, hampir 11 bulan, 10,7 bulan atau 324 hari bertahan,” tutur Amran.
Hingga saat ini stok beras yang dikelola Bulog sangat aman mencapai 3,7 juta ton. Dalam 2 bulan ke depan diprediksi dapat menembus 5 juta ton seiring dengan masuknya hasil panen raya di berbagai daerah. (dan)




















