INDOPOSCO.ID – Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim mengungkapkan, bahwa Jakarta tengah menghadapi tantangan serius akibat pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat. Kondisi itu juga dihadapi seluruh daerah di wilayah Indonesia.
Menghadapi situasi tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi antara Pemprov DKI dengan masyarakat, termasuk melalui kritik dan masukan konstruktif terhadap pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung – Wakil Gubernur Rano Karno.
“Arti komunikasi sosial itu cukup luas, termasuk pengelolaan stakeholders dan lain-lain. Ketika kita di sini saling berinteraksi tidak 100 persen hanya mendukung gubernur, tetapi ada juga yang memberikan masukan dan kritikan,” kata Chico Hakim dalam acara buka bersama bertajuk “Syukuran 1 Tahun Pramono-Rano Membangun Jakarta dari Bawah” di kawasan Kemang, Jakarta Selatan dikutip Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa tema kegiatan hari ini selaras dengan peringatan satu tahun kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno di Taman Bendera Pusaka, 20 Februari 2026.
Tema tersebut adalah refleksi bahwa untuk menjadi Kota Global, pemerintah DKI Jakarta memperhatikan kualitas hidup seluruh warganya termasuk warga yang ada di lapisan bawah secara ekonomi.
Berbagai program seperti penebusan ijazah, transjabodetabek, pasukan putih, beasiswa KJP, KJP plus hingga beasiswa S1, S2, S3, dan penggratisan transportasi umum bagi 15 golongan, menjadi prioritas di satu tahun pertama masa kepemimpinan Pramono-Rano.
“Mas Pram dan Bang Doel adalah orang yang bekerja tanpa gembar gembor narasi, tahu-tahu taman bendera pusaka sudah mau jadi, tahu-tahu jembatan yang menghubungkan antara JIS dan Ancol sudah mau jadi,” jelas Chico.
“Tahu-tahu ada Transjabodetabek sudah banyak diresmikan, tanpa ada marah-marah berlebihan dan narasi berlebihan. Memang nuansa dan narasinya adem tenteram Pak Pramono, beliau mengapresiasi gubernur sebelumnya dan melanjutkan legacy gubernur sebelumnya,” tambah politikus PDIP itu.
Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Forum Betawi Rempug (FBR) Lutfi Hakim, Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) Gunawan Setiady, Camat dan lurah setempat dan lebih dari 500 orang unsur pimpinan dan perwakilan organisasi masyarakat, akademisi, dan organisasi mahasiswa di Jakarta. (dan)










