• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Seruan Padjadjaran: Akademisi Unpad Soroti Posisi Indonesia dalam Isu Iran dan BoP

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 6 Maret 2026 - 18:27
in Headline
Kampus Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat. Foto: Dok/Unpad

Kampus Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat. Foto: Dok/Unpad

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Universitas Padjadjaran (Unpad) menyerukan agar Indonesia tetap konsisten di jalur politik luar negeri bebas aktif. Para akademisi mengingatkan bahwa di tengah memanasnya tensi global, posisi netral namun kontributif menjadi kunci menjaga kedaulatan bangsa.

Seruan tersebut disampaikan melalui dokumen “Seruan Padjadjaran” yang ditandatangani Dewan Profesor dan Senat Akademik Universitas Padjadjaran pada 5 Maret 2026 di Bandung.

BacaJuga:

AS Tolak Cabut Blokade, Iran Kembali Ambil Kendali Penuh Selat Hormuz

Trump Ungkap Reaksi Presiden China Usai Selat Hormuz Kembali Dibuka

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual 16 Mahasiswa FH UI, MUI: Kami Prihatin

Pihak Unpad menilai konsistensi politik luar negeri Indonesia sedang diuji melalui tiga isu besar: keanggotaan dalam Board of Peace (BoP), kesepakatan dagang Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang dinilai merugikan, serta situasi konflik di Iran akibat agresi Israel dan Amerika Serikat.

Ketua Dewan Profesor Universitas Padjadjaran Prof. Atwar Bajari menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia harus tetap berpijak pada amanat konstitusi.

“Pembukaan UUD 1945 secara tegas menempatkan Indonesia pada posisi menolak segala bentuk penjajahan, serta berkomitmen ikut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” kata Atwar Bajari dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).

Dalam “Seruan Padjadjaran”, para Guru Besar Universitas Padjadjaran menyampaikan bahwa meskipun bebas aktif berarti Indonesia bebas menentukan posisi dan langkah diplomasi sesuai kepentingan nasional, bukan berarti tidak mengambil sikap ketika terjadi pelanggaran kemanusiaan atau ketidakadilan yang nyata.

Kebijakan luar negeri yang “aktif” menuntut keberpihakan yang konsisten pada nilai-nilai kemanusiaan dan memihak pada perlindungan martabat manusia dan pemulihan keadilan.

“Prinsip ini harus menjadi landasan utama dalam setiap langkah diplomasi Indonesia,” jelas Atwar Bajari.

Seruan Padjadjaran 5 Maret 2026 menekankan beberapa poin utama, di antaranya mengecam keras agresi militer Israel dan AS terhadap Iran sebagai pelanggaran hukum internasional yang mengancam stabilitas global.

Menyampaikan duka mendalam atas wafatnya pemimpin Iran dan warga sipil, serta menolak normalisasi pembunuhan politik dalam diplomasi. Mendesak Pemerintah RI untuk konsisten pada prinsip bebas-aktif dan mengevaluasi keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).

Selain itu, mendorong DPR melakukan kajian kritis terhadap dampak Agreement on Reciprocal Trade (ART) dan keanggotaan dalam BoP. Menyerukan PBB agar segera menghentikan agresi dan mengembalikan penyelesaian konflik ke jalur diplomasi internasional. (dan)

Tags: akademisiBoPIranuniversitas padjajaran

Berita Terkait.

1.647 Personel Gabungan Siap Kawal Laga Barcelona Legends di GBK
Headline

AS Tolak Cabut Blokade, Iran Kembali Ambil Kendali Penuh Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 - 19:01
trumpp
Headline

Trump Ungkap Reaksi Presiden China Usai Selat Hormuz Kembali Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 - 15:35
ilustrasi kekerasan perempuan
Headline

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual 16 Mahasiswa FH UI, MUI: Kami Prihatin

Sabtu, 18 April 2026 - 15:05
biji
Headline

Krisis Biji Plastik Mulai Mengancam Distribusi Beras dan Gula Nasional

Sabtu, 18 April 2026 - 12:02
kspi
Headline

Tolak Peringatan Seremoni May Day di Monas, Ratusan Ribu Buruh Bakal Kepung DPR

Sabtu, 18 April 2026 - 09:20
Abbas-Araghchi
Headline

Iran Resmi Buka Akses Selat Hormuz

Jumat, 17 April 2026 - 23:36

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2527 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    907 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    797 shares
    Share 319 Tweet 199
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    848 shares
    Share 339 Tweet 212
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    765 shares
    Share 306 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.