INDOPOSCO.ID – Komisi IX DPR menyatakan komitmennya untuk melakukan pengawasan berkelanjutan terhadap program makan bergizi gratis (MBG), agar pelaksanaannya mencapai hasil yang maksimal.
“Kami di DPR RI akan terus mengawal pelaksanaan program ini, agar berjalan optimal,” Anggota Komisi IX DPR Surya Utama saat sosialisasikan program MBG di Aula Masjid Jami’ Tangkuban Perahu Kelurahan Guntur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).
Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis memang menghadapi berbagai tantangan serius sejak dijalankan secara bertahap pada awal 2025. Ombudsman dan sejumlah pakar mengidentifikasi adanya masalah sistemik yang mengancam keberlanjutan program tersebut.
Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah munculnya ribuan kasus keracunan massal di berbagai daerah (seperti di Jambi, Sleman, dan Wonorejo) menjadi sorotan utama. Ditemukan juga indikasi makanan tidak layak seperti sayur berulat, makanan basi, hingga nasi kurang matang.
Di samping itu, program MBG merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, serta kelompok rentan lainnya.
Program itu tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan generasi penerus bangsa, tetapi juga dirancang memberdayakan pelaku usaha lokal melalui keterlibatan petani, nelayan, serta UMKM sebagai bagian dari rantai pasok pangan.
Surya Utama menegaskan, pelaksanaan MBG harus dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mengawasi program MBG agar benar-benar membawa dampak positif bagi kesejahteraan rakyat,” ucap Uya Kuya sapaan karibnya.
Ia menambahkan, program tersebut merupakan langkah konkret pemerintah dalam membangun fondasi generasi Indonesia yang sehat dan unggul. “Program Makan Bergizi Gratis ini adalah bentuk komitmen negara, dalam memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak,” imbuh Uya Kuya. (dan)










