INDOPOSCO.ID – Pemerintah Indonesia harus segera memperkuat perlindungan dan menjamin keselamatan seluruh Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di wilayah kawasan Timur Tengah yang kian meningkat pasca penyerangan AS-Israel ke Iran.
Pernyataan tersebut diungkapkan Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher dalam keterangan, Rabu (4/3/2026). Ia mengingatkan pemerintah bahwa konsentrasi PMI cukup besar di kawasan terdampak.
“Negara harus cepat merespons potensi ancaman bagi warga negaranya di luar negeri (PMI,red). Dengan melakukan langkah-langkah darurat, dan untuk segera dibahas,” katanya.
Ia menegaskan, keselamatan para pahlawan devisa harus menjadi prioritas mutlak. Dalam situasi konflik yang dinamis seperti ini, menurutnya, kebijakan perlindungan harus bergerak lebih cepat daripada perkembangan krisis.
“Harus ada koordinasi lintas sektor antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk memperkuat pelindungan terhadap PMI,” ungkapnya.
Selain itu ia juga meminta agar perwakilan RI (KBRI/KJRI) di seluruh wilayah terdampak untuk segera memperbarui data PMI, termasuk mereka yang berstatus non-prosedural.
“Pemerintah juga harus mematangkan skenario evakuasi, penyiapan titik kumpul aman (safe house), serta kesiapan armada transportasi jika situasi menuntut pemulangan massal segera,” ujarnya.
Ia meminta, Posko Pengaduan 24 jam dibuka sangat penting untuk dilakukan mengingat konflik bisa meluas sewaktu-waktu. “Pastikan adanya kanal komunikasi yang responsif bagi PMI dan keluarga di Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini dan melaporkan kondisi darurat,” katanya.
“Selain itu pastikan ketersediaan logistik dasar dan akses layanan medis bagi PMI yang berada di zona merah konflik,” imbuhnya. (nas)




















